Stanchart turunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi RI jadi 5,2 persen
Merdeka.com - Standard Chartered Bank (Standchart) merevisi proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia tahun 2017 dari 5,3 persen menjadi 5,2 persen. Hal ini dipicu penurunan harga komoditas karena turunnya permintaan global yang didorong oleh Amerika Serikat dan China.
Head, ASEAN Economic Research, Standard Chartered Bank Edward Lee Wee Kok mengatakan, meski proyeksi PDB menjadi lebih rendah, namun ekonomi diprediksi akan tumbuh lebih cepat pada semester II-2017 sebesar 5,3 persen dibandingkan semester I-2017 sebesar 5,1 persen, sejalan dengan pemulihan permintaan domestik yang lebih kuat.
Dia mencatat, kemajuan berbagai proyek infrastruktur, dorongan fiskal, kelonggaran inflasi dan peningkatan investasi swasta akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan di semester II-2017.
"Kelanjutan dari ekspor ore (bijih besi/nikel) menyusul relaksasi larangan ekspor akan menjadi faktor penyumbang yang positif terhadap ekspor. Bank menjaga proyeksi PDB sebesar 5,5 persen untuk tahun 2018," kata Edward di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (24/7).
Sementara itu, perbankan ini melihat pemulihan investasi swasta akan terjadi secara bertahap. Kredibilitas fiskal, stabilitas politik, dan reformasi struktural yang terus berjalan dipercaya akan membantu mengembalikan kepercayaan sektor swasta.
"Penanaman modal asing (FDI) tumbuh 5,4 persen year-on-year pada kuartal I-2017, membalikkan 1,1 persen kontraksi di tahun 2016, berdasarkan data investasi umum," imbuhnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya