Stabilkan harga pangan Ramadan, Kementan klaim sudah genjot produksi
Merdeka.com - Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Yanuardi mengatakan pihaknya telah melakukan manajemen tanam untuk mensiasati fenomena naiknya harga pangan menjelang Ramadan. Kementan sudah menaikkan produksi pangan agar persediaan cukup dan harga bisa stabil.
Dia mengakui, harga pangan tidak akan kembali turun ke harga sebelumnya setelah Ramadan. Sehingga, pemerintah harus melakukan berbagai upaya agar harga pangan bisa turun secara perlahan.
"Seperti bawang kita bikin manajemen di hari besar produksinya kita naikkan 10 persen. Kebutuhan di bulan Juni itu 81.157 Kg dan di Juli 89.615 Kg itu kebutuhan di Indonesia. Kami merencanakan produksi di bulan Juni bisa sampai 126.130 Kg dan di Juli sampai 137.807 Kg," kata Yanuardi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (4/6).
Dia sendiri mengaku harga pangan di pasar sudah mulai naik meski belum memasuki bulan Ramadan. Padahal, lanjutnya, bulan Juni dan Juli adalah musim panen sehingga harga pangan bisa ditekan jika produksi ditingkatkan.
"Cabai merah di pasar induk harganya Rp 15.000 per Kg, tapi di ritel harga Rp 30.000 per Kg. Ini tadi pagi. Bawang merah di pasar induk Rp 26.000 hingga Rp 29.000, tapi di Pasar Minggu harganya bisa sampai Rp 35.000 hingga Rp 40.000," imbuhnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya