Stabilkan harga, Bulog Bali turunkan HET beras jadi Rp 8.950 per Kg
Merdeka.com - Perum Bulog Divisi Regional Bali menjual beras medium dengan mengurangi harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 500 menjadi Rp 8.950 per Kilogram (Kg) untuk stabilisasi harga menyambut Lebaran 2018. Untuk diketahui, HET beras saat normal sebesar Rp 9.450 per Kg.
"Kami sudah gelontorkan ke pasar-pasar dan harapannya menjadi pilihan bagi masyarakat," kata Pelaksana Tugas Kepala Bulog Divisi Regional Bali Made Agustama seperti ditulis Antara di Denpasar, Rabu (13/6).
Bulog menggandeng sejumlah toko di pasar untuk mendistribusikan beras kepada pembeli. Selain itu, Bulog juga bekerja sama dengan sejumlah BUMN lainnya untuk memasok beras tersebut untuk dijual dalam kegiatan pasar murah atau operasi pasar untuk memastikan serapan pasar.
"Operasi pasar dan pasar murah menjadi salah satu upaya stabilisasi harga," jelas Agustama.
Terkait ketersediaan beras, Agustama menambahkan bahwa stok mencukupi mencapai sekitar 10.000 ton. Rata-rata penyaluran ke pasar, mencapai 1.594 ton per bulan sehingga stok beras diperkirakan aman lima hingga enam bulan mendatang.
Ribuan ton stok beras itu disimpan di gudang Bulog yang tersebar di 22 titik di Bali salah satunya di Gudang Sempidi, Kabupaten Badung, sebagai pusat distribusi dengan total kapasitas yang mampu ditampung mencapai 41.500 ton beras.
Selain beras, Bulog Bali juga memastikan stok kebutuhan pokok lain juga aman di antaranya minyak goreng kemasan mencapai 54.600 liter, gula pasair sebanyak 129 ton dan tepung terigu memcapai 19 ton.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya