Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sri Mulyani Singgung Pencairan Insentif Nakes di Pemda Masih Lambat

Sri Mulyani Singgung Pencairan Insentif Nakes di Pemda Masih Lambat RS Pertamina. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai pemerintah daerah (pemda) masih terlalu lambat dalam mencairkan insentif Covid-19 untuk para tenaga kesehatan (nakes) yang berada di bawah naungannya.

Dia membandingkan pencairan insentif nakes di pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan yang telah membayar tunggakan Rp 1,48 triliun untuk 200,5 ribu nakes di bawah administrasinya. Sementara hingga 16 Juli 2021, Kemenkes juga telah mencairkan insentif nakes Rp 3,18 triliun bagi 416.360 tenaga kesehatan.

"Sedangkan santunan kematian sudah dibayarkan kepada 167 tenaga kesehatan yang meninggal, atau Rp 50,1 miliar," terang Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu (21/7).

Sedangkan untuk pemerintah daerah yang sumber pembayaran insentif nakes berasal dari Biaya Operasi Kesehatan (BOK) tambahan, baru Rp 245 miliar yang telah dibayarkan per 20 Juli 2021 kepada 50.849 tenaga kesehatan.

"Ini tentu masih sangat kecil dibandingkan jumlah yang kalau kita lihat tahun lalu, jumlah nakes daerah bisa mencapai 848.885. Kita lihat yang dibayarkan sekarang baru 50.849 plus 23.991 nakes, atau baru 21 persen," tegasnya.

"Ini sekali lagi kami minta kepada daerah untuk segera melakukan pencairan terutama insentif nakes. Apalagi dalam situasi kenaikan covid yang melonjak begitu besar," imbuh Sri Mulyani.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP