Sri Mulyani: Reformasi perpajakan penting dilakukan dengan ambisius
Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan masih lemahnya ekonomi global dan rendahnya harga komoditas sangat mempengaruhi penerimaan perpajakan termasuk dari sektor migas dan PNBP sumber daya alam, dan penerimaan kepabeanan.
Penerimaan perpajakan dalam negeri meningkat sebesar 3,7 persen, menggambarkan tantangan yang sangat serius dalam peningkatan penerimaan perpajakan, dan pentingnya memelihara disiplin anggaran untuk tidak menciptakan defisit anggaran yang makin melebar.
Seperti diketahui, realisasi Pendapatan Negara TA 2016 meningkat Rp 47,9 triliun atau 3,2 persen dibandingkan dengan realisasi TA 2015. Realisasi Pendapatan Negara tersebut terdiri dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp 1.284,9 triliun, PNBP sebesar Rp 261,9 triliun, dan Penerimaan Hibah sebesar Rp 8,9 triliun.
"Oleh karena itu reformasi perpajakan menjadi sangat penting dilaksanakan dengan ambisius dan konsisten. Kami sangat mengharapkan dukungan DPR dalam melaksanakan reformasi perpajakan yang sangat penting bagi negara kita," kata Sri Mulyani di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (18/7).
Dia menambahkan, program pengampunan pajak (Tax Amnesty) telah berhasil meningkatkan pendapatan perpajakan sebesar Rp 134,8 triliun dan jumlah harta yang dideklarasikan sebesar Rp 4.865,7 triliun.
Sementara penerimaan dana repatriasi sebesar Rp 147,1 triliun dari Tax Amnesty telah meningkatkan kepercayaan investor terhadap Pemerintah Indonesia dan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap USD.
"Hasil Tax Amnesty diharapkan akan terus memperbaiki tingkat kepatuhan membayar pajak dari masyarakat lndonesia," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya