Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sri Mulyani Pesimis Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen di Kuartal III Tercapai

Sri Mulyani Pesimis Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen di Kuartal III Tercapai pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati pesimis target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,5 persen pada kuartal III-2021 terancam tidak tercapai. Hal ini terjadi karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlaku 3-20 Juli.

"Kalau normal baseline kita di 6,5 persen kuartal ketiga, tapi dengan ini sebelum terjadi PPKM Darurat. Jadi pasti nanti dengan PPKM Darurat, tergantung dari berapa lamanya tentu akan mengalami penurunan di bawah 6,5 persen," kata Sri Mulyani dalam video conference, Jumat (2/7).

Dia memahami kebijakan PPKM Darurat relatif lebih ketat dibandingkan PPKM Mikro yang berlaku sebelumnya. Oleh karenanya, kebijakan tersebut berpotensi menyebabkan pertumbuhan ekonomi melemah.

"Nah berapa nanti? ya tergantung nanti kita lihat berapa lama PPKM-nya ini jalan. Kalau hanya 2 minggu dan efektif maka dampaknya barangkali relatif bisa terbatas. Namun kalau tidak, dan panjang bisa 1 bulan, pengaruhnya cukup signifikan terutama pada level konsumsi," ujarnya.

Sementara proyeksi ekonomi untuk kuartal II, menurutnya relatif tidak terpengaruh banyak oleh kenaikan Covid-19 dan langkah-langkah untuk pengendaliannya. Dengan demikian untuk kuartal II pihaknya optimis ini masih menggunakan outlook antara 7,1 persen hingga 7,5 persen.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2021 bisa menyentuh angka 7 persen. Meski saat ini Indonesia tengah bergulat dengan kenaikan kasus harian Covid-19.

"Kita semua masih optimis, bahwa dari kuartal I sebelumnya minus 0,74 persen, di kuartal kedua kita masih optimis akan tumbuh Insya Allah kurang lebih 7 persen," ujar Presiden Jokowi dalam Munas Kadin Indonesia di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (30/6).

Keyakinan itu muncul lantaran Presiden Jokowi melihat adanya sejumlah sinyal positif pada perekonomian nasional. Seperti purchasing manager index untuk manufaktur, yang sebelum pandemi berada di angka 51, naik jadi 55,3 pada Mei 2021.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP