Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sri Mulyani: Penghentian sementara proyek elevated tidak berdampak pada ekonomi

Sri Mulyani: Penghentian sementara proyek elevated tidak berdampak pada ekonomi Sri Mulyani. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Pemerintah menghentikan sementara atau moratorium semua pengerjaan proyek infrastruktur melayang (elevated). Penghentian tersebut sebagai respons terjadinya berbagai kecelakaan kerja pembangunan infrastruktur dalam beberapa waktu belakangan.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, moratorium tersebut tidak akan memberi dampak pada perekonomian untuk jangka panjang. Namun demikian, dia meyakini, moratorium ini untuk peningkatan kualitas pembangunan infrastruktur.

"Dalam jangka panjang tidak ada pengaruhnya tapi justru lebih baik lagi," ujar Sri Mulyani saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (21/1).

Sri Mulyani mengatakan, evaluasi memang perlu dilakukan untuk memastikan proyek yang dibangun memiliki kualitas memadai. "Pengaruhnya tadi ini kan sesuatu yang dilakukan untuk meriview kualitas, dengan kegiatan ekonomi kita. Tentu kita menginginkan kualitas yang lebih baik," jelasnya.

"Kalau kita membangun kontruksi yang kualitasnya buruk, tidak hanya dalam hal ini. Jelas bisa mencelakakan orang tapi juga menimbulkan kualitas infrastruktur merosot sehingga tidak mencapai tujuan untuk mempermudah dan efisien," tambahnya.

Sebelumnya, Pemerintah memutuskan seluruh proyek pekerjaan berat dan elevated (melayang) di proyek pembangunan infrastruktur dihentikan untuk sementara waktu. Keputusan ini diambil oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat paska ambruknya bekisting pier head dalam proyek pembangunan tol Becakayu di Jakarta Timur, Selasa (20/2) pagi.

Keputusan ini disampaikan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat menerima penghargaan Herman Johannes Award di Balai Senat UGM, Selasa (20/2). Keputusan penghentian sementara ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

"Saya hentikan seluruh pekerjaan berat dan elevated di seluruh Indonesia. Sebenarnya ambruknya tiang girder proyek Tol Becakayu adalah kecelakaan konstruksi berskala kecil. Namun, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan kami mengambil sejumlah langkah penanganan," terang Basuki.

Basuki mengakui pihak Kementerian PUPR bersyukur tak ada korban paska ambruknya bekisting pier head proyek tol Becakayu. Kementerian PUPR, lanjut Basuki, akan menggelar rapat siang ini untuk membahas tindakan yang akan diambil paska robohnya tiang girder proyek tol Becakayu.

Basuki mengaku akan melakukan audit keselamatan kontruksi di semua proyek infrastruktur. Untuk melakukan audit pihaknya pun menhentikan sementara semua proyek yang sedang dikerjakan. Usai audit rampung dilakukan, pengerjaan proyek akan kembali dilakukan.

"Ini (audit keselamatan konstruksi) demi keselamatan kita. Demi keberhasilan pekerjaan konstruksi ke depan. Mohon doanya mudah-mudahan apa yang menjadi tugas kita, tugas kami sebaik-baiknya," tutup Basuki.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP