Sri Mulyani Ingatkan PLN Waspada Terhadap Inflasi
Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan PT PLN Persero untuk waspada terkait inflasi. Mengingat, pengaturan harga barang dan jasa di PLN termasuk dalam administered price yang bisa berkontribusi pada inflasi.
"Kalau di Indonesia inflasi terdiri dari harga pangan maupun harga energi ataupun harga yang diatur pemerintah, dan core inflation. Ini berarti PLN, Anda semuanya ada di dalam bagian yang disebut administrator price bisa berkontribusi terhadap inflasi," kata Sri Mulyani dalam Leaders Talk Series #2 dengan tema Indonesia Energy Investment Landscape, Rabu (26/10).
Dia menyebut, inflasi bisa berimbas kepada PLN. Kondisi ini lah yang kemudian menimbulkan tekanan yang makin besar, banyak negara yang situasinya sudah rapuh waktu terjadi pandemi, karena mereka harus melakukan banyak langkah-langkah ekstraordinary termasuk menggunakan instrumen fiskalnya.
Kemudian, negara-negara yang sudah rapuh itu pun makin rapuh. Ada lebih 60 negara yang diperkirakan situasi keuangannya dalam kondisi distress yang kemungkinan bisa memicu krisis utang maupun krisis keuangan atau krisis ekonomi.
"Situasi ini yang sekarang harus kita semuanya kelola, termasuk PLN sebagai BUMN yang memiliki peran sangat besar dan dampak dari PLN itu sistemik ke seluruh negara dan pada keuangan negara," imbuhnya.
Dia menjelaskan, banyak negara diperkirakan akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang melemah. Hal itu terlihat dari proyeksi dari beberapa lembaga internasional, yang memprediksi pertumbuhan ekonomi global tahun depan akan lebih lemah bahkan kemungkinan terjadi resesi.
Hal ini terjadi utamanya di Eropa, Inggris dan beberapa negara yang harus melakukan berbagai macam kebijakan baik di sisi moneter dan fiskalnya. IMF sudah menunjukkan beberapa proyeksi dari revisi berbagai negara di dunia, misalnya untuk Amerika Serikat, Eropa, Tiongkok dan juga negara-negara emerging.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang melemah tentu saja akan memberikan dampak kepada seluruh negara di dunia, utamanya mengenai harga komoditas.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya