Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sri Mulyani Harap Target Penerimaan Negara Tahun Ini Bisa Tercapai

Sri Mulyani Harap Target Penerimaan Negara Tahun Ini Bisa Tercapai sri mulyani. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap, penerimaan negara tahun ini dapat dicapai meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Untuk mencapai penerimaan tersebut dirinya pun meminta agar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bekerja lebih ekstra.

Seperti diketahui, outlook pendapatan negara tahun ini akan mencapai Rp1760,7 triliun. Angka ini setara dengan 101 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2021 yang sebesar Rp1.743,6 triliun.

"Untuk tahun 2021 ini tentu saya berharap target penerimaan negara bisa dicapai meskipun dengan pertumbuhan yang memang juga tetap ambisius," kata Sri Mulyani dalam acara Peringatan Hari Bea dan Cukai ke-75 di 2021, Sabtu (2/10).

Bendahara Negara itu yakin, dengan prospek pemulihan ekonomi terjadi saat ini pendapatan negara tersebut bisa dicapai oleh seluruh jajaran Bea dan Cukai. Apalagi beberapa komoditas ekspor dan impor juga tengah mengalami perbaikan.

Sebagai gambaran saja, kata dia, penerimaan yang dilakukan oleh Bea dan Cukai dalam suasana pandemi Covid-19 di 2020 telah mencapai targetnya. Oleh karena itu, tentu ini menggambarkan potensi yang masih sangat besar di mana Direktorat Jenderal dan Bea Cukai terus menjaga kontribusinya terhadap penerimaan negara.

Penerimaan negara sampai hari ini tetap berjalan secara optimal. Hingga 31 Agustus penerimaan telah mencapai 73,5 persen target dari APBN tahun ini. Adapun pertumbuhan tersebut didorong oleh pertumbuhan dari sisi kepabeanan 11,8 persen, bea keluar melonjak hingga di atas 890 persen akibat pemulihan ekonomi dan kenaikan dari komoditas, serta di bidang cukai tumbuh doble digit 17 persen.

Di samping itu, Sri Mulyani juga berpesan kepada DJBC untuk tidak hanya fokus mengumpulkan penerimaan negara. Namun seluruh jajaran Bea dan Cukai juga harus melihat secara cermat bagaimana ekonomi kita dapat tumbuh dan pulih.

Caranya bisa dengan memanfaatkan pemulihan ekonomi global, mengaitkan dan menjahit kegiatan produksi di dalam global value chain, dan menciptakan nilai tambah. Sehingga tidak hanya mendapatkan manfaat ekonom saja, namun masyarakat mendapatkan manfaat nyata dalam bentuk kesempatan kerja dan kemakmuran.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP