Sri Mulyani: BLT Cegah Peningkatan Angka Kemiskinan dan Pengangguran
Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa bantuan sosial yang disalurkan pemerintah telah menahan lonjakan angka kemiskinan dan peningkatan angka pengangguran. Bantuan langsung tunai (BLT) dinilai yang paling efektif, karena krisis akibat pandemi berbeda dengan krisis-krisis sebelumnya.
"Bantuan langsung tunai salah sau yang efektif untuk implikasi dari Covid-19 karena berbeda dengan krisis lainnya," kata Sri Mulyani dalam ADBI Featured Speaker: G20 2022 Host Vision and Priorities secara virtual, Jakarta, Jumat (18/11).
Dengan bantuan sosial, peningkatan angka kemiskinan bisa ditahan di level 10,4 persen. Tanpa bantuan dari pemerintah, angka kemiskinan disebut bisa tembus hingga 14 persen. Begitu juga dengan angka pengangguran yang bisa ditahan di angka sekitar 9 persen.
"Jadi BLT ini mencegah peningkatan angka kemiskinan dan pengangguran," kata dia.
Dua hal ini sangat penting bagi pemerintah. Alasannya, sebagian besar masyarakat Indonesia bekerja di sektor informal dan pelaku UMKM yang sangat tergantung pada mobilitas manusia. Sehingga ketika terjadi pembatasan pergerakan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus, maka sektor perekonomian menjadi tertahan.
Selama pandemi Covid-19, pemerintah telah menyalurkan bantuan sosial. Tidak kurang dari 28 juta penerima manfaat program dan 8 juta tambahan BLT Desa yang didanai Dana Desa.
Pemerintah juga memberikan bantuan subsidi upah kepada pekerja yang terdampak. Memberikan diskon listrik dan bantuan kuota internet bagi pelajar, mahasiswa, guru dan dosen.
"Kami juga memberikan subsidi upah dan diskon listrik untuk meringankan beban bagi yang terdampak Covid-19," kata dia mengakhiri.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya