Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sri Mulyani bicara pentingnya pembangunan infrastruktur di Indonesia

Sri Mulyani bicara pentingnya pembangunan infrastruktur di Indonesia sri mulyani. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kementerian Keuangan memperingati hari Oeang (uang) yang jatuh pada 30 Oktober 2017. Kementerian yang dipimpin oleh Sri Mulyani Indrawati tersebut menggelar seminar hari uang bertemakan Sinergi Manajemen Aset, Treasury, dan Pembiayaan untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur Indonesia.

Dalam acara ini, Sri Mulyani Indrawati menyoroti pentingnya sinergi dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Pembangunan infrastruktur merupakan kebutuhan mendesak, mengingat Indonesia negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia.

"Membangun infrastruktur bagi Indonesia dengan geografis yang begitu luas dan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Itu bisa disebut sebagai suatu kebutuhan yang mendesak," ujar Menkeu Sri di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa (24/10).

Menurut Ani, sapaan akrab Sri Mulyani, salah satu indikator negara berkembang dilihat dari pembangunan infrastruktur yang memadai.

"Indikator yang dilakukan untuk menilai apakah suatu negara memiliki infrastruktur yang memadai. Indonesia diidentifikasi sebagai emerging market yang memiliki infrastruktur gap di bawah negara-negara yang setara dengan kita. Untuk jadi negara yang setara emerging market Indonesia perlu membangun," jelasnya.

Pemerintah sendiri tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur. Ani menegaskan, pembangunan infrastruktur bukan hanya sekedar menunjukkan kemewahan akan tetapi lebih kepada memenuhi kebutuhan masyarakat luas.

"Infrastruktur is not luxury, ini kebutuhan kita untuk jaga kesatuan Republik Indonesia tidak hanya secara politik dan hukum, tapi juga secara sosial dan ekonomi," jelasnya.

Sri Mulyani menambahkan, pembangunan infrastruktur merupakan investasi jangka panjang, di mana manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam beberapa tahun.

"Infrastruktur naturenya jangka panjang. Minimal 5 tahun bahkan rata rata 10 sampai 30 tahun. Itu suatu pembangunan yang sifatnya jangka panjang. Kita akui untuk bisa jembatani investasi dan komitmen jangka panjang, instrumen keuangan sifatnya harus matching," tandasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP