SP-APLG tuding Lion Air manipulasi data penghasilan pilot
Merdeka.com - Serikat Pekerja Asosiasi Pilot Lion Group (APLG) mengaku banyak dirugikan oleh sikap manajemen maskapai milik Rusdi Kirana, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Joko Widodo. Diantaranya, indikasi manipulasi data penghasilan pilot yang dilaporkan Lion Air kepada BPJS Ketenagakerjaan.
"Tidak diberikannya jadwal terbang tanpa alasan yang jelas kepada 19 pilot sejak pertengahan Mei lalu hingga hari ini," kata Capt. Eki Adriansjah, Ketua SP-APLG dalam siaran pers, Selasa (2/8).
Dia menjelaskan, ketiadaan jadwal tersebut terjadi setelah sebagian pilot menunda terbang pada 10 Mei 2016. Ini lantaran kondisi emosi dan psikis pilot terganggu akibat manajemen tak memenuhi komitmen terkait pembayaran transportasi serta akumulasi berbagai persoalan lain yang telah berlangsung selama ini.
"Tidak cukup sampai di situ, pihak manajemen juga melakukan upaya kriminalisasi terhadap para pilot melalui pengaduan ke Bareskrim Polri dengan tuduhan yang mengada-ada," katanya
Saat ini, perselisihan hubungan industrial antara SP-APLG dan manajemen Lion Air tengah di mediasi Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta. Ini setelah upaya penyelesaian bipartit yang ditawarkan SP-APLG tidak mendapat respon positif dari manajemen Lion Air.
Pertemuan tripartit rencananya akan dilangsungkan besok, Rabu (3/8).
"Apa yang sedang diperjuangkan oleh SP-APLG saat ini sejatinya bukan hanya sekadar bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan diri sendiri, tetapi juga demi kepentingan yang lebih luas, agar industri penerbangan nasional ke depan dapat lebih profesional dan dipercaya oleh publik dalam seluruh aspek pengelolaannya." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya