Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Solusi agar mobil murah tak jadi masalah baru

Solusi agar mobil murah tak jadi masalah baru Daihatsu Ayla. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kehadiran Low Cost Green Car (LCGC) atau yang lebih dikenal dengan mobil murah, menjadi sorotan lantaran dikhawatirkan menjadi masalah baru untuk kota-kota besar yang sudah terjebak kemacetan.

Agar tidak kehadirannya tidak menimbulkan kekhawatiran, maka penting untuk memperhatikan peningkatan sarana transportasi di Indonesia. Khususnya transportasi kota-kota besar seperti Jakarta, yang dinilai masih belum nyaman untuk digunakan oleh masyarakat.

Analis Kebijakan Publik Universitas Paramadina Dinna Wisnu memaparkan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah pusat maupun daerah, agar sarana transportasi umum menjadi pilihan bagi masyarakat.

Jumlah sarana transportasi dinilai masih belum memenuhi kebutuhan masyarakat. "Moda transportasi umum harus ditambah," kata Dinna di Jakarta, Sabtu (28/9).

Selain itu, infrastruktur bagi pejalan kaki perlu ditingkatkan, Dinna menegaskan pentingnya infrastruktur bagi pejalan kaki.

"Trotoar, perbaiki jalur moda tanpa motor, perbaiki jalur lalu lintas putaran lampu lalu lintas, perapihan infrastruktur tata letak kota," ungkap Dinna.

Hal lain yang perlu menjadi perhatian pemerintah adalah mengurangi sarana parkir liar yang tersebar di kota-kota besar. Selain juga menetapkan jenis kendaraan yang boleh berlalu-lalang di kota-kota besar guna mengurangi penggunaan BBM dan polusi.

"Parkir liar harus dihilangkan. Penggunaan mobil harus CC kecil dan hybrid," imbuh Dinna.

Dengan demikian, diharapkan kemunculan mobil murah tidak menambah kekhawatiran masyarakat. Termasuk dari ancaman polusi dan subsidi BBM yang bakal makin membengkak.

"Pemerintah tidak punya alasan untuk bilang tidak," tegasnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP