Soal Opsi Pensiun Dini, Serikat Bersama PT Garuda akan Mengadu ke Presiden dan DPR
Merdeka.com - Serikat Bersama PT Garuda Indonesia akan berusaha mengusulkan opsi lain dalam misi penyelamatan maskapai Garuda Indonesia, termasuk juga opsi pensiun dini yang ditawarkan pihak manajemen Garuda Indonesia kepada para pekerja.
Koordinator Serikat Bersama PT Garuda Indonesia Tommy Tampatty menegaskan akan meminta bantuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu penyelesaian polemik di perusahaan pelat merah itu.
"Dalam waktu dekat, kami akan menemui Presiden Jokowi, Ketua MPR, Ketua DPR, Ketua DPD, Menteri BUMN, Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, Komisi V, Komisi VI, Komisi XI DPR," kata Tommy di Hotel Bandara, kawasan Bandara internasional Soekarno-Hatta, Jumat (28/5).
Pihaknya yang terdiri dari Serikat Karyawan Garuda (SEKARGA), Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) tidak dalam posisi menolak atau menerima, opsi-opsi yang ditawarkan manajemen dalam misi penyelamatan maskapai penerbangan milik negara itu.
"Sekali lagi kami tekankan, Serikat Bersama PT Garuda Indonesia tidak menerima ataupun tidak menolak opsi pensiun dini. Kami optimis masih ada opsi lain," terangnya.
Diterangkan dia bahwa pihaknya memiliki opsi lain dalam misi penyelamatan Garuda Indonesia, yang dinamai Opsi Penyelamatan Garuda Merah Putih Nasionalis NKRI.
Tommy menegaskan, opsi yang diharapkan serikat bersama pekerja Garuda Indonesia itu secara umum fokus pada penanganan national flight carrier atau maskapai nasional.
Seperti slot penerbangan domestik yang lebih memprioritaskan kembai kepada maskapai nasional, dan langkah lain yang ada dalam opsi tersebut. Serikat Bersama katanya, meyakini bahwa opsi tersebut menyentuh akar masalah yang ada di Garuda Indonesia.
"Opsi Penyelamatan Garuda Merah Putih Nasionalis NKRI adalah menyelesaikan masalah Garuda dengan Nawaitu milik atau aset bangsa. Negara harus berpihak pada flight carrier, me-review langsung," ucap dia.
Dia dan sejumlah pekerja Garuda Indonesia lainnya mengaku masih optimistis atas bangkitnya kondisi perusahaan penerbangan itu. Sebab menurutnya, yang terjadi saat ini bukan hanya dampak dari Pandemi Covid-19, tapi juga beban atas kondisi bisnis di masa lalu.
"Tapi seiring meredanya Covid-19, lalu tumbuh kembalinya atau menggeliatkan kembali pariwisata di Indonesia, Garuda Indonesia akan kembali tumbuh," ucap Tomy.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya