Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Soal Ganti Rugi Thomas Cook, Dinas Pariwisata Bali akan Koordinasi Kedubes Inggris

Soal Ganti Rugi Thomas Cook, Dinas Pariwisata Bali akan Koordinasi Kedubes Inggris Hotel . ©2013 Merdeka.com/oddee.com

Merdeka.com - Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa menegaskan bahwa bangkrutnya perusahaan agen travel tertua asal Inggris Thomas Cook belum berdampak pada penurunan kunjungan pariwisata di Bali.

Dia menjelaskan, untuk data kunjungan pariwisata di Bali secara global, mulai dari bulan Agustus hingga Oktober 2019 masih di atas 4 juta wisatawan asing.

"Tidak ada masih normal-normal saja. Sekarang dalam bulan Agustus itu jumlah kunjungan (tercatat) sekitar 4 juta lebih. Ini keseluruhan untuk di Bali. Terdiri dari wisatawan China, Australia, India dan Inggris (dia) termasuk 4 terbesar sebenarnya. (Hal) ini dapat menggambarkan kondisinya tidak mengalami perubahan dalam tahun sebelumnya," kata Astawa saat dihubungi, Jumat (11/10).

"Belum kelihatan ada efeknya. Tapi belum tahu bulan depan ini. Tapi feeling saya, tidak. Karena nanti bulan November, Desember kan sebenarnya ramai. Karena itu, bulan-bulan ramai (kunjungan wisatawan)," sambung Astawa.

Astawa juga mengakui bahwa bangkrutnya Thomas Cook tentu berdampak pada Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali karena terancam kerugian atau pengusaha hotel di Bali yang menjalin kerja sama dengan Thomas Cook.

"Kalau dia (Thomas Cook) kan perusahaan travel. Iya dampak kepada PHRI kita, pengusaha hotel kita. Mungkin, dampaknya ini terhadap kerugian itu yang perlu nanti di koordinasikan," ungkapnya.

Astawa juga menjelaskan, mengenai beberapa hotel yang mengalami kerugian di Bali. Pihaknya masih belum mendapatkan laporan. Namun, dia akan membahas persoalan tersebut dengan Bali Tourism Board (BTB) Bali. Dia juga menjelaskan, untuk hotel-hotel yang kerja sama dengan Thomas Cook di Bali ada di wilayah Sanur, Denpasar, Ubud, Kabupaten Gianyar dan Kuta.

"Belum ada (laporan kerugian) dan nanti kita rapatkan di BTB. Kasus ini saya juga akan berkoordinasi dengan Ketua Gabungan Industri Pariwisata Bali untuk mencoba rapat dengan PHRI. Kira-kira siapa saja yang dapat kerugian akibat bangkrutnya Thomas Cook ini," jelasnya.

Dalam rapat tersebut akan dipikirkan langkah-langkah apa yang akan dilakukan dan ke depannya akan berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris yang ada di Indonesia.

"Selanjutnya di rapat akan di pikirkan langkah-langkah apa. Mungkin kita berkoordinasi dengan pihak Dubes-nya Inggris yang berada di Indonesia terhadap persoalan ini seperti apa kira-kira pendapat beliau. Kan kasihan hotel-hotel yang rugi itu. Apalagi kalau sampai banyak (ruginya). Nanti kita carikan solusinya," ungkapnya.

"Siapa tahu nanti, ini dari tanggung jawab negaranya. Umpamanya, itu perusahaan dari Inggris ada tanggung jawab negaranya untuk bisa meringankan. Itu harapan kita, tapi ini baru skenario kita," tutup Astawa.

Utang Rp10 Miliar

miliar rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kebangkrutan Thomas Cook, sebuah perusahaan agen travel asal Inggris yang tertua menyebabkan 7 hingga 10 hotel di Kabupaten Gianyar Bali terancam tidak terbayar tagihannya yang diperkirakan mencapai Rp10 miliar.

"Kalau di Gianyar sendiri, kalkulasi secara general menurut perkiraan saya mungkin yang tidak terbayar sampai Rp10 miliar dari total (seluruh hotel). Karena, ada satu hotel yang diutangi sampai Rp4 miliar ada yang cuma Rp500 juta," kata Pande Mahayana Aditiyawarman selaku Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gianyar saat dihubungi, Kamis (10/10).

Pande juga menjelaskan, bangkrutnya Thomas Cook dan efek pada hotel di Gianyar Bali tentu ada. Thomas Cook memang memiliki beberapa partner hotel di Gianyar dari bintang tiga hingga bintang lima dan yang bekerjasama tersebut ada yang belum dibayar.

Dia juga mengungkapkan, saat ini pihaknya berharap utang-utang Thomas Cook pada hotel di Gianyar bisa terbayarkan. Tetapi kalau dari pengalaman Pande sebelumnya bila ada agen bangkrut kemungkinan untuk dibayar sangatlah kecil.

"Iya hanya bisa berharap. Biasanya secara administratif kita isi form setelah itu akan ditindaklanjuti dalam waktu 90 hari," ujarnya.

"Tetapi sepengalaman saya, kalau bangkrut tidak satu sen pun saya dapat. Tapi semoga dengan agen tertua di dunia, teman-teman berpikir positif melakukan kewajiban mereka," tambah Pande.

Pande juga menjelaskan, langkah-langkah ke depannya agar pihak hotel memonitor lebih banyak. Kendati mereka adalah agen-agen besar karena bukan berarti agent besar itu sehat.

"Iya harapan saya ke depannya kita di semua hotel harus bisa melihat walaupun mereka agen besar tetapi kalau pembayaran mereka (terlambat) apalagi di atas 60 hari belum bayar itu sudah masuk istilahnya raport merah. Walaupun mereka agen besar kita harus berani mengambil tindakan," ujar Pande.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Thomas Cook yang merupakan perusahaan travel atau agent biro perjalanan tertua di Inggris di kabarkan bangkrut dan menghentikan perdagangan saham di bursa sehingga operasi langsung disetop.

Hal tersebut berdampak kepada ribuan pelanggannya yang terlantar dan sejumlah hotel dikabarkan terimbas. Setiap hotel diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp1 miliar.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP