Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Soal ganjil genap gerbang tol, pemerintah sebut kondisi ruas Cikampek sudah darurat

Soal ganjil genap gerbang tol, pemerintah sebut kondisi ruas Cikampek sudah darurat aturan ganjil genap di tol bentuk kepedulian pemerintah. ©2018 Merdeka.com/Yayu

Merdeka.com - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono, mengatakan kondisi kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek sudah pada tahap darurat. Maka dari itu, dibutuhkan paket kebijakan untuk mengurai kemacetan.

"Pemerintah perlu hadir dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Karena kondisinya sudah emergency, sudah gawat darurat, sehingga pemerintah perlu hadir," ujarnya dalam sebuah acara konferensi pers di kantor Jasa Marga, Jakarta, Kamis (8/3).

Dia menambahkan bahwa paket kebijakan pengurai kemacetan di jalan tol Jakarta - Cikampek (Japek) merupakan kebijakan yang tentunya bisa sukses dengan dukungan masyarakat.

"Kesuksesan kebijakan ini bergantung pada kita semua, kami-kami yang bertugas dan masyarakat apakah bisa mematuhi kebijakan tersebut atau tidak," kata Bambang.

Sebagai informasi, pemerintah telah memutuskan untuk mengatur arus lalu lintas di jalan tol Jakarta - Cikampek (Japek). Bentuk pengaturan adalah dengan adanya aturan ganjil genap untuk mobil pribadi di pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur. Larangan masuk jalan tol Japek dari dua arah bagi angkutan barang di jam - jam tertentu serta adanya Lajur Khusus Kendaraan Umum (LKAU).

Pengaturan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kecepatan rata-rata kendaraan di dalam jalan tol yang paling padat tersebut, terutama pada saat jam sibuk.

Aturan berlaku mulai 12 Maret dan hanya berlaku hari Senin - Jumat setiap pukul 06.00 - 09.00 WIB. Aturan tidak berlaku pada akhir pekan dan hari libur nasional.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP