Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Soal Blok Masela, Menko Rizal tak dahului keputusan Jokowi

Soal Blok Masela, Menko Rizal tak dahului keputusan Jokowi Anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Sholeh

Merdeka.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyayangkan pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli yang menyebut pemerintah telah memutuskan pengembangan Blok Masela, Maluku melalui skema pipa di darat atau onshore. Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri belum memutuskan rencana pengembangan blok gas terbesar di Indonesia ini.

"Blok Masela sampai sekarang pernyataan resmi Presiden belum diputuskan baik onshore atau offshore, dalam bentuk kajian. Sesungguhnya seharusnya para pembantu Presiden jangan berpolemik, tak mendahului juga, itu bisa mengganggu investasi," ujar Anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru, Jakarta, Selasa (23/2).

Falah menegaskan, tidak etis bila pembantu presiden mendahului apalagi presiden belum memutuskan secara resmi. Dia menjelaskan Presiden Jokowi sampai saat ini belum memberikan sikap resmi soal Blok Masela. Pemerintah sedang mengkaji lebih lanjut soal dua opsi pengembangan Blok Masela.

"Menko tak punya kewenangan teknis, yang punya kewenangan Menteri ESDM. Menko tak boleh komentar seperti itu," jelas dia.

Seperti diketahui, Sampai saat ini Presiden Joko Widodo belum memutuskan bentuk pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela. Presiden masih mengkaji seluruh aspek, mengingat besarnya skala dan kompleksitas proyek tersebut.

"Keputusan harus dibuat dengan sangat berhati hati," kata Johan Budi SP, Juru Bicara Presiden, dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (23/2).

Dia menambahkan, presiden mempertimbangkan tidak hanya aspek komersial. Tetapi juga teknis, sosial, kultur, ekonomi, hingga pengembangan kawasan setempat.

"Pada saat ini, Presiden sudah mendengar berbagai masukan. Dan sudah memahami argumen argumen dari berbagai pihak, baik yang berpendapat membangun kilang di laut maupun membangun kilang di darat," kata dia.

Pernyataan Budi tersebut secara tak langsung membantah siaran pers Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, kemarin. Rizal menyebut pemerintah akan membangun kilang gas alam cair (liquefied naturan gas/LNG) di darat untuk pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela.

"Keputusan itu diambil setelah dilakukan pembahasan secara menyeluruh dan hati-hati dengan memperhatikan masukan dari banyak pihak," ujar Rizal. (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP