SKK Migas: Indonesia butuh perusahaan asing kelola SDA
Merdeka.com - Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Taslim Z Yunus menyebut Indonesia membutuhkan perusahaan migas asing untuk mengelola sumber daya alam (SDA) dalam negeri. Sebab, untuk melakukan eksplorasi membutuhkan waktu yang lama dengan biaya yang cukup tinggi.
"Banyak juga perusahaan yang multi nasional melakukan eksplorasi di laut dalam, seperti Exxon mobil dari 2002 mereka eksplorasi saat ini baru bisa. Mereka menghabiskan dana USD 3,99 miliar hanya untuk cari migas," ujar Taslim di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (29/10).
Kendati demikian, menurutnya, penunjukkan jatah eksplorasi harus dilihat berdasarkan tingkat risikonya. "Jadi tetap mengikutsertakan perusahaan internasional, tapi harus dilihat kondisinya. Kalau risikonya tinggi masa kita kasih yang tidak punya uang," ucap dia.
Menurutnya, saat ini belum ada perusahaan migas nasional baik BUMN maupun swasta yang memiliki kemampuan dana untuk melakukan eksplorasi.
"Begitu banyak risiko yang ditanggung mereka, kan kita tidak punya kemampuan dana seperti itu," ungkapnya.
Mantan Anggota Satgas Anti-Mafia Migas, Fahmi Radhi menilai, UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas terlalu liberal, di mana sepenuhnya kegiatan eksplorasi migas diserahkan ke mekanisme pasar. Ini membuat Pertamina sulit bersaing memperebutkan blok migas di negaranya sendiri.
"Kalau misalnya komoditas selain migas barangkali tidak masalah kalau liberal, tapi kalau migas menurut UUD 1945 itu diamanatkan dikelola negara untuk sepenuhnya kepada rakyat. Saat ini 87 persen blok migas dikuasai asing. Dulu perebutan Blok Cepu Pertamina kalah diserahkan ke Exxon" ungkapnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya