Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sinergi RNI-Brantas bangun pembangkit Rp 460 M di Sumbar

Sinergi RNI-Brantas bangun pembangkit Rp 460 M di Sumbar Gedung RNI. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) melalui anak perusahaannya PT Mitra Kerinci membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) berkapasitas 15,6 MW di Solok Selatan, Sumatera Barat. Total investasi pembangunan pembangkit ini mencapai Rp 460 miliar.

Pembangunan PLTMH dimulai awal 2016 ini bersinergi dengan PT Brantas Energi, anak usaha PT Brantas Abipraya (Persero).

Penandatangan Project Development Agreement (PDA) antara kedua BUMN sebagai inisiasi awal pengembangan lebih lanjut PLTMH Liki-Mitra Kerinci ini dilakukan antara Direktur PT Mitra Kerinci Yosdian Adi dengan Direktur PT Brantas Energi Sutjipto.

Pembangunan pembangkit ini menggunakan skema sinergi BUMN, yaitu menggabungkan dua kemampuan di mana RNI memiliki kekayaan air terjun dan sungai yang dikelola oleh PT Mitra Kerinci dan PT Brantas Abipraya melalui PT Brantas Energi memiliki kemampuan dan pengalaman mengelola bendungan dan pembangkit listrik.

"Diharapkan akan tercipta sinergi untuk menggerakkan perekonomian melalui kemandirian energi yang bersumber pada potensi domestik," kata Direktur Utama RNI B. Didik Prasetyo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (24/3).

Dari data Dinas ESDM Solok Selatan, masih ada 10.661 rumah yang belum teraliri listrik di daerah ini.

"Dengan ketersediaan pasokan pasokan listrik ini diharapkan bukan hanya bisa membantu kegiatan sehari-hari, tetapi juga akan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sehingga lebih berdaya dan mandiri," ujarnya.

Direktur PT Mitra Kerinci Yosdian Adi mengatakan saat ini kebutuhan listrik di Solok Selatan sudah sangat mendesak, apalagi setelah dua PLTA milik Selo Kencana Energi dan Waskita Energi rusak diterjang banjir bandang. "Praktis di pabrik listrik PLN hanya mampu beroperasi 6 jam, sisanya dari genset," ujarnya.

Pembangunan PLTMH ini akan dilakukan di empat titik, di mana seluruh daya yang diperoleh akan dijual langsung ke PT PLN.

Menurut Yosdian, PLTMH Liki-Mitra Kerinci dibangun dengan menggunakan metode 'run off river' atau memanfaatkan aliran sungai sebagai sumber energinya, yaitu aliran sungai Lambai dan Belangir yang terletak di dalam areal kebun teh RNI.

Sementara, Direktur Utama PT Brantas Energi Sutjipto menilai, kerja sama ini akan sangat menguntungkan terlebih saat ini pemerintah tengah menggenjot pengembangan energi terbarukan.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP