Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sindir BI, Menkeu nilai intervensi Rupiah hanya hamburkan cadev

Sindir BI, Menkeu nilai intervensi Rupiah hanya hamburkan cadev Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah tak khawatir dengan keterpurukan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Bahkan, pemerintah merasa tidak perlu bereaksi berlebihan menanggapi jatuhnya nilai tukar Rupiah.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro menilai, pemerintah dan Bank Indonesia tidak perlu melakukan intervensi untuk meredam kedigdayaan USD terhadap Rupiah. Langkah intervensi, kata Bambang, hanya menghambur-hamburkan cadangan devisa (cadev) negara.

"Untuk apa intervensi, rupiah itu harus realistis, yaitu mencerminkan fundamentalnya, yah. Sekarang ini kondisi terbaik karena dollarnya menguat terhadap semuanya, kalau kita intervensi malah, cuma ngabisin cadangan devisa tapi, nilainya enggak terbantu," papar Bambang di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (17/12).

Sebelumnya, Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs menuturkan, bank sentral mengaku tidak membiarkan Rupiah terus melemah. Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, bank sentral masih mengandalkan cara tradisional yakni menggunakan cadangan devisa untuk mengintervensi pasar uang.

Hingga November 2014, cadangan devisa Indonesia mencapai USD 111,1 miliar. "Cadangan devisa kita masih mampu untuk intervensi rupiah di pasar," kata Peter.

Selain itu, bank sentral juga terus memantau pergerakan dan transaksi di pasar uang. "Kami hajar pihak-pihak yang terlihat bertransaksi besar. Misalnya, mereka itu hanya dua atau tiga orang yang membuat fluktuasi," tegasnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP