Sindikat pengepul terbongkar, harga cabai mulai turun
Merdeka.com - Pemerintah memastikan harga cabai, berbagai varian, terus menurun. Ini menyusul keberhasilan kepolisian membongkar sindikat pengepul komoditas tersebut pada 3 Maret lalu.
"Mudah-mudahan tentu diawali dengan situasi iklim yang semakin kondusif dan terbongkarnya sindikat pengepul besar harga sudah mulai terkoreksi," ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono, saat konferensi pers di Jakarta, Senin (20/3).
Berdasarkan data Ditjen Hortikultura, harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) mencapai sebesar Rp 71.000 per kilogram, pada 19 maret lalu. Turun sebesar Rp 19.000 dari sebelumnya Rp 90.000, pada 12 maret.
"Hari ini, 20 Maret, harga cabai rawit merah di Blitar dan Kediri capai Rp 35.000 per kilogram."
Sepanjang periode sama, harga cabai merah besar di PIKJ juga menurun Rp 2.000. Sebelumnya Rp 22.000 menjadi Rp 20.000 per kilogram.
Penurunan harga tertinggi terjadi di Probolinggo, sebesar Rp 4.000, menjadi Rp 12.000 dari sebelumnya Rp 16.000 per kilogram. Sementara penurunan harga terendah terjadi di Banyuwangi dan Malang, masing-masing sebesar Rp 500, sebelumnya Rp 14.000 menjadi Rp 13.500 per kilogram.
Kemudian, harga cabai rawit hijau di PIKJ merosot sebesar Rp 3.000. Sebelumnya Rp 33.000 menjadi Rp 30.000 per kilogram.
Penurunan harga tertinggi untuk cabai jenis ini terjadi di Tegal, sebesar Rp 16.000, menjadi Rp 30.000 dari sebelumnya Rp 46.000 per kilogram. Adapum penurunan harga terendah terjadi di Semarang, Rp 1.000, sebelumnya Rp 43.000 menjadi Rp 42.000 per kilogram.
Suminto, Staf Usaha dan Pengembangan PIKJ, meyakini pasokan dan harga cabai bakal terkendali saat Ramadan dan Idul Fitri mendatang. Mengingat, beberapa daerah sudah mulai memanen cabai.
"Kalaupun harga naik dalam level yang wajar saja."
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya