Sigit mengundurkan diri karena dulu berjanji capai target pajak
Merdeka.com - Mundurnya Sigit Priadi Pramudito dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Selasa (1/12) malam, membuat banyak pihak terkejut. Banyak pihak yang mempertanyakan keputusan dadakan dari Sigit mengingat pemenuhan target penerimaan pajak menyisakan 1 bulan lagi.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko bidang Perekonomian, Bobby Hamzar Rafinus, mengatakan Sigit mengundurkan diri karena merasa tak bisa mencapai target penerimaan pajak yang dijanjikannya.
"Beliau sudah menjelaskan beliau kan diangkat dengan janji pencapaian target sekarang nampaknya sampai bulan November lalu sulit mencapai target yang beliau janjikan. jadi itu saya kira itu satu sportifitas," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (2/12).
"Saya kira beliau punya pertimbangan lain. beliau belajar dari pengalaman tahun ini, sebagai pejabat beliau merasa dalam kondisi sekarang ini sulit mencapai apa yang diharapkan oleh pemerintah sebagai penanggung jawab di bidang pajak," sambungnya.
Melambatnya laju perekonomian menjadi faktor yang mempengaruhi sulitnya pencapaian penerimaan pajak. Sigit sebagai bos pajak merasa tidak mampu mendongkrak penerimaan negara.
"Itu memang faktor yang tidak bisa diabaikan, dalam planning itu kan selalu optimistik yang tinggi. Tentu di dalam mengevaluasi pencapaian target itu kan ada faktor-faktor yang tidak hanya menyangkut plan yang tinggi tapi juga effort yang sudah dilakukan, mungkin beliau merasa belum cukup banyak effort yang direncanakan yang menghasilkan penerimaan yang beliau pikirkan," jelasnya.
Bobby pun tak segan menyebut Sigit sebagai tauladan bagi para pejabat pemerintah yang memiliki target yang jelas dan tanggung jawab yang besar.
"Jadi saya kira kita melihat keputusan pak sigit contoh yang baik, pejabat publik yang dipilih dengan target-target yang jelas," pungkasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya