Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Siap-siap, BBM jenis premium tak dijual saat Asian Games dan pertemuan Bank Dunia-IMF

Siap-siap, BBM jenis premium tak dijual saat Asian Games dan pertemuan Bank Dunia-IMF SPBU. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) akan meniadakan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium, selama pelaksanaan ajang kompetisi olah raga se-Asia ‎atau Asian Games dan pertemuan tahunan Badan Moneter International (IMF) dan Bank Dunia 2018.

Vice Presiden Coorporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, ‎Kementerian Linkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menerbitkan surat ke Presiden Joko Widodo, terkait penggunaan BBM berkualitas tinggi saat pelaksanaan‎ kedua ajang internasional tersebut .

"Itu sudah ada suratnya,surtanya kan ke presiden. Dari LKHK," kata Adiatma, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/3/2018).

Menurut Adiatma, mengacu pada surat dari ‎KLHK tersebut, maka Pertamina akan meniadakan penyaluran Premium dengan Research Octane Number (89) di wilayah yang menjadi tempat terselenggaranya Asian Games yaitu Jakarta, Bandung, Palembang dan pertemuan IMF bank dunia Bali.

"Premium buat Asian Games saja nggak boleh. Makanya kita nggak boleh jualan yang jelek -jelek itu," ujarnya.

Peniadaan penyaluran Premium tersebut untuk memenuhi standar kadar sulfur di udara ‎di bawah 25 mikro gram per mili liter, saat berlangsungnya Asian Games pada Agustus 2018 dan Pertemuan IMF dan bank dunia 8-14 Oktober 2018.

"Untuk olah raga itu di bawah 25 di Jakarta itu 35 mikro gram per mili liter sulfur di udara," tandasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mengaku bingung menjalankan kebijakan pemerintah terkait penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan standar Euro 4. Sebab, ada kebijakan yang berbenturan.

Direktur Utama Pertamina, Elia Massa Manik mengatakan, Pertamina masih mendapat penugasan menyalurkan BBM kadar Research Octane Number (RON) 88 dengan standar Euro 2, sementara di sisi lain Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menginstruksikan penyaluran BBM dengan standar EURO 4. Kondisi ini membuat Pertamina mengalami kebingungan.

"BBM penugasan Premium standar RON 88 Euro 2. Sementara Permen KLHK Euro 4, ini membingungkan kita melaksanakan tugas ini," kata Massa, saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/3/2018).

Kebingungan bertambah pada pelaksanaan perhelatan olahraga tingkat Asia yaitu Asian Games 2018, di mana ada ketentuan kota yang melaksanakan Asian Games yaitu Jakarta, Bandung dan Palembang harus menggunakan BBM Euro 4.

"Asian Games di kota Jakarta, Palembang dan Bandung segera menetapkan Euro 4," tutur Massa.

Massa menginginkan agar pemerintah kompak dalam menetapkan peraturan terkait kuaitas BBM yang ditetapkan. Sebab, saat ini terjadi benturan dalam penetapan kualitas BBM. "Pertamina ingin ada komitmen, sementara di satu sisi masih minta Premium di satu sisi mendorong Euro 4, tahun ini Asian Games. Sebaiknya sama-sama mengaturnya supaya ada satu kesamaan," ungkapnya.

Menurut Massa, saat ini sebenarnya Pertamina sudah menyiapkan produk BBM dengan standar Euro 4 dan fasilitas pengolahan minyak mentah (Kilang) program Langit Biru Cilacap yang memproduksi BBM berkualitas Euro 4.

"Pertamina merespons keinginan pemerintah penggunaan BBM kualitas lebih tinggi, dengan kilang Langit Biru Cilacap," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP