Siap 12 varietas tahan kekeringan, Kementan sesumbar tak gagal panen
Merdeka.com - Sejumlah daerah di Indonesia mulai dilanda kekeringan. Data Kementerian Pertanian, lahan pertanian yang diperkirakan bakal dilanda kekeringan mencapai 200 hektare.
Pemerintah mengklaim sudah mengantisipasi dengan membangun 1 juta irigasi tersier. Selain itu, dari sisi bibit juga sudah disiapkan varietas unggul tahan kekeringan. Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian menyiapkan 12 varietas unggul.
"Salah satu strategi unggulan untuk menghadapi dampak perubahan iklim berupa kekeringan pada tanaman padi telah disiapkan oleh Balitbangtan melalui penyediaan varietas unggul berdaya hasil tinggi dan toleran kekeringan," ujar Kepala Balitbangtan, Muhammad Syakiri, di Gedung Balitbangtan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (9/7).
Syakiri memaparkan, karakteristik keunggulan varietas tersebut dalam hal umur panjang dan ketahanan terhadap kondisi lingkungan yang kekeringan. Dia menyebut 12 varietas unggul antara lain Limboto, Batulegi, Towuti, Situ Patenggang, Situ Bagendit, Inpari 10 Leya, Inpari 4, Inpari 5, Inpari 6, Inpari 7, Inpari 8, Inpari 9.
Syakiri sesumbar, 12 varietas tersebut mampu bertahan dalam kondisi kering seperti padi gogo (ladang) dengan potensial air tanah (pF) sampai 2,9 dan juga mampu bertahan dan berproduksi baik pada kondisi tergenang sebagaimana padi sawah, terutama kemarau.
"Itu bisa tahan 2 minggu saat tergenang (banjir). Dan bisa lama saat kekeringan. Tidak mungkin gagal panen," tandasnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya