Shell pecat 10.000 karyawan dan jual aset senilai USD 30 miliar
Merdeka.com - Perusahaan minyak asal Belanda, Shell akan memangkas 10.000 pekerja setelah merger dengan BG Group. Selain itu, perusahaan juga akan menjual aset senilai USD 30 miliar. Kebijakan ini diambil untuk melindungi keuangan perusahaan di tengah anjloknya harga minyak dunia.
Perusahaan dalam pernyataannya mengatakan, sinergi atau merger dengan BG akan mencakup pengurangan sekitar 10.000 staf termasuk posisi kontraktor langsung di 2015-2016 di kedua perusahaan. Perusahaan berharap akan mencetak miliaran dolar dari penjualan aset.
Dilansir dari Business Insider, penjualan aset perusahaan dipastikan melebihi USD 20 miliar. Angka ini jauh dari rencana awal yang hanya USD 15 miliar dan telah ditetapkan pada 2014 silam. Penjualan aset akan dilakoni mulai tahun ini hingga 2018 mendatang.
Sebelumnya, harga minyak mentah AS mencapai posisi terendah baru dalam 12-tahun yaitu di bawah USD 28 per barel di Asia pada Rabu. Harga minyak anjlok setelah Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa pasar minyak bisa tenggelam dalam kelebihan pasokan dengan kembalinya Iran.
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, sempat menyentuh titik terendah USD 27,92 per barel sebelum pulih sedikit. WTI diperdagangkan pada USD 27,96 per barel, turun 50 sen atau 1,76 persen, pada sekitar pukul 02.00 GMT.
Terakhir kali WTI ditutup di bawah USD 28 per barel pada September 2003.
Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret menetap di USD 28,76 per barel, naik tipis 21 sen (0,7 persen) dari penutupan Senin.
Harga minyak terus anjlok setelah Amerika Serikat dan Uni Eropa mencabut sanksi ekonomi pada Iran dalam pertukaran untuk pemenuhan kesepakatan guna mengekang ambisi nuklirnya.
Itu memungkinkan Iran untuk segera meningkatkan ekspor minyaknya, dengan tambahan 500.000 barel per hari mungkin dalam beberapa minggu ini.
John Kilduff dari Again Capital mengatakan bahwa kenaikan tipis pada Brent dikaitkan dengan reli di pasar saham Eropa.
"Harga masih bearish karena kami terus memilah kelebihan pasokan dan Iran kembali ke pasar. Mereka sudah memulai pertempuran dengan Arab Saudi untuk pangsa pasar di Eropa sehingga akan menjadi saat-saat menarik," ucap Kilduff. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya