Setelah dimarahi Jokowi, bongkar muat pelabuhan ditarget cuma 4 hari
Merdeka.com - Belum lepas dari ingatan kita saat Presiden Joko Widodo marah mendapati lambannya waktu bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok. Saat ini, waktu bongkar muat alias dwelling time sekitar 6,7 hari.
Presiden menginginkan paling lama 5 hari agar tidak terjadi penumpukan. Sebab, lamanya waktu bongkar muat secara otomatis mengurangi daya saing Indonesia terhadap negara lain.
Untuk memenuhi keinginan presiden, jajaran menteri bidang ekonomi dan bidang kemaritiman rajin menggelar rapat koordinasi.
Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil sesumbar bisa memenuhi harapan kepala negara. Bahkan dia berani memasang target bongkar muat tak lebih dari 4 hari.
"Ada sejumlah tindakan yang nanti diambil masing-masing kementerian. Empat hari kita harapkan bisa dicapai 95 persen pada Desember," ujar Sofyan di kantornya, Jakarta, Kamis (6/8).
Sofyan menuturkan, kementerian dan lembaga terkait bongkar muat barang bakal diminta menata kembali aturan yang berlaku. Dengan begitu, dia optimis masalah bongkar muat dapat terselesaikan hingga 95 persen di akhir tahun.
Salah satu langkah yang diambil pemerintah, mengubah 15 poin dalam permasalahan bongkar muat barang. Permasalahan tersebut meliputi izin, aturan hingga penerapan single window guna mengurangi masalah bongkar muat tersebut.
"Target efektif jangka pendek Oktober, jangka menengah akhir Desember, ada beberapa hal yang tidak mempengaruhi dwelling time," katanya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya