Setelah daging beku, Kementan ajak masyarakat konsumsi ayam dingin
Merdeka.com - Setelah mengkampanyekan konsumsi daging beku, kini Kementerian Pertanian kembali mengkampanyekan konsumsi produk ayam dingin segar. Tujuannya, untuk menjaga keamanan dan kesehatan pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sri Mukartini menilai ayam potong segar yang selama ini dikonsumsi masyarakat memiliki kualitas yang kurang baik dibandingkan dengan ayam potong yang disimpan dalam pendingin.
"Mengapa kita perlu ayam dingin segar? Karena pangan yang berasal dari hewan itu mudah rusak, dan berpotensi menularkan penyakit ke manusia. Cara mencegahnya dengan proses pemotongan yang higienis, dan sistem rantai dingin," kata Sri dikutip Antara, Kamis (6/10).
Menurutnya, ayam yang baru dipotong sebaiknya disimpan di suhu ruangan selama empat jam, dan setelah itu harus didinginkan untuk menjaga kontaminasi bakteri.
Dengan demikian, sistem rantai dingin berguna untuk menjaga kesegaran pangan, memperpanjang masa kedaluwarsa, dan menjaga pangan dari kontaminasi bakteri.
Sri berharap, dengan kampanye ini, masyarakat bisa beralih dari mengonsumsi ayam potong segar ke ayam dingin segar.
Sementara itu, Duta Program Kampanye Ayam Dingin Segar Chef Edwin Lau menjelaskan bakteri yang berkembang di pangan hewan yang tidak didinginkan bisa memengaruhi kesehatan.
Meski bakteri akan mati saat proses memasak dengan suhu tinggi, namun racun yang dihasilkan oleh bakteri tetap tidak akan hilang. "Memang dampaknya belum terlihat sekarang, tetapi nanti ketika sudah berumur penumpukan makanan yang tidak sehat bisa menimbulkan penyakit," kata Edwin.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya