Sertifikasi lahan, Kementerian Agraria gandeng 3 bank pelat merah
Merdeka.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional berkomitmen untuk memudahkan sertifikasi lahan. Untuk itu, kementerian dipimpin Ferry Mursyidan Baldan itu menggandeng tiga perbankan pelat merah: Bank Mandiri, BNI, dan BRI.
"Bukan hal sulit dalam sertifikat tanah. Kami bisa monitoring kantor pelayanan. Kami menegaskan hak atas tanah yang diberikan bisa dalam dua kategori saja, hak milik dan hak pakai lalu perbankan bisa sesuaikan," ujar Ferry saat penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Agraria dan Tata Ruang dengan ketiga bank pelat merah, Jakarta, Senin (1/2).
Dia berharap kerja sama ini juga dapat menyehatkan perbankan pelat merah. "Dan juga diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir soal sertifikasi tanah."
Direktur Utama BRI Asmawi Syam mengatakan kerja sama ini nantinya meliputi pengelolaan seluruh aktifitas kegiatan operasional keuangan. Kemudian, pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) secara Real Time Online.
"Juga pembayaran gaji pegawai, layanan produk e-chanel Bank BRI, kerja sama informasi dalam pelayanan perbankan, serta pembukaan unit kerja operasional Bank BRI di Satuan Kerja (Satker) Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan layanan jasa perbankan lainnya," ujar Asmawi.
Sementara, Direktur Utama Bank Mandiri Budi G. Sadikin mengatakan pihaknya akan memberikan kemudahan bagi pengusaha kecil dalam melegalisasi kepemilikan hak atas tanah.
"Kami akan menyiapkan seluruh kelengkapan persyaratan dalam rangka permohonan sertifikasi serta penyelesaian permasalahan tanah agunan milik UMKM," katanya.
"Sedangkan pihak Kementerian ATR/BPN akan membantu percepatan proses sertifikasi dan penanganan permasalahan."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya