September, saham Bank Mandiri dijual Rp 250 per lembar
Merdeka.com - Bank Mandiri melakukan pemecahan saham atau stock split dengan 1:2. Adapun, aksi korporasi ini diharapkan dapat meningkatkan volume perdagangan saham Bank Mandiri.
"Bank Mandiri akan melakukan stock split dari Rp 500 per lembar saham menjadi Rp 250 per saham," ujar Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmojdo dalam konferensi pers hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank Mandiri, di Plaza Mandiri, Jakarta Selatan, Senin (21/8).
"Maka akan diajukan usulan stock split ini ke Bursa Efek Indonesia. Minggu kedua atau ketiga September nanti efektif saham kita akan dipecahkan dan diperdagangkan disesuaikan harganya nanti," katanya.
Dia mengakui, saat ini sebagian besar kepemilikan saham Bank Mandiri berada di pemegang saham asing. "Memang kepemilikan saham terkonsentrasi di pemilik saham asing. Kalau lihat di daftar kepemilikan saham Bank Mandiri itu lebih besar dari lembaga institusi luar negeri," jelasnya.
Untuk itu dengan adanya pemecahan saham ini, Kartika berharap dapat menarik minat investor dalam negeri untuk terlibat dalam perdagangan saham Bank Mandiri.
"Jadi memang yang menarik pada saat harga saham kita meningkat, jumlah perdagangan saham harian kita agak menurun. Ini yang kita pandang sebagai hal yang perlu kita sesuaikan sehingga nanti transaksi harian kita tidak hanya didominasi oleh pemegang saham asing tapi juga investor domestik," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya