Seperti Yogya, Jonan juga minta toko di Bandara Ahmad Yani dipindah
Merdeka.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memantau pergerakan arus balik di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (22/7). Menteri Jonan mengeluhkan kondisi bandara yang terlalu sempit.
Kondisi di Bandara Ahmad Yani tak jauh berbeda dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Banyaknya toko atau outlet komersil yang rata-rata menjual oleh-oleh membuat kondisi bandara penuh.
Menteri Jonan meminta pertokoan di Bandara Ahmad Yani ditata ulang. Permintaan yang sama seperti di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta.
"Terlalu penuh. Cari tempat agar tempat tunggu bandara bisa lebih luas," kata Jonan usai inspeksi di Bandara Ahmad Yani Semarang, seperti dilansir Antara.
Jonan juga meminta penumpang diatur lebih tertib. Terutama penumpang yang akan check in. "Yang akan masuk misalnya satu jam sebelumnya baru boleh masuk," tambahnya.
Secara umum, kata Jonan, tidak ada permasalahan dalam operasional bandara selama arus mudik dan balik Lebaran.
Sebelumnya, Bandara Adi Sucipto Yogyakarta selalu penuh sesak di musim mudik Lebaran. Daya tampung bandara sesungguhnya hanya 3.000 penumpang, namun saat ini 'dipaksakan menampung' 10.000 penumpang.
Kondisi bandara diperparah dengan makin banyaknya outlet komersil. Baik yang menjual oleh-oleh kerajinan tangan atau lainnya. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta agar outlet tersebut ditata ulang. Jonan mengusulkan, untuk sementara outlet yang ada diberikan tempat khusus.
"Saya tadi sudah bilang ke Angkasa Pura I supaya outlet-outlet di hallway bandara itu dipindah, sudah hallwaynya kecil, ditambah penumpang banyak, ditambah lagi warung-warung itu," kata Jonan seusai memantau arus balik di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Selasa (21/7).
"Jadi saya saran itu dipindah saja dulu outletnya," tambahnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya