Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Senegal tertarik tingkatkan hubungan bisnis dengan Indonesia

Senegal tertarik tingkatkan hubungan bisnis dengan Indonesia

Merdeka.com - KBRI Dakar menyelenggarakan Business Meeting dengan pengusaha Senegal di Hotel Teroubbi, Dakar, untuk mempromosikan berbagai produk unggulan dan industri strategis Indonesia.

Dubes RI Dakar, Mansyur Pangeran mengatakan, hubungan bilateral Indonesia-Senegal, terutama di bidang ekonomi berjalan baik sejak lama. Namun dari sisi perdagangan, hubungan kedua negara dinilai masih sangat rendah, yakni hanya berkisar USD 89,37 juta pada tahun 2015. Demikian ditulis Antara, Minggu (17/7).

Dalam paparannya mengenai kondisi terkini perekonomian Indonesia, Dubes mempromosikan berbagai produk unggulan serta industri strategis Indonesia yang telah berkembang pesat dan berorientasi pada ekspor seperti kelapa sawit, kakao, karet, cinnamon dan tekstil.

Dari pertemuan tersebut terlihat peserta tertarik mengembangkan bisnisnya dengan Indonesia, namun mereka memerlukan informasi yang bersifat teknis, antara lain harga produk, jenis produk dan turunannya, jasa transportasi kontainer ke Senegal, mekanisme pembayaran dan situasi perbankan syariah di Indonesia.

Selain itu, terdapat peserta yang meminta informasi lengkap mengenai perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang kelapa sawit dan turunannya seperti sabun dan kosmetik, serta produk kayu triplek dan alumunium.

Pertemuan bisnis tersebut dihadiri pengusaha Senegal yang berpotensi dan telah melakukan bisnis dengan Indonesia sebelumnya, antara lain Ndeye Seye, Sekjen Kadin Nasional Senegal, Aly Mboub, Sekjen Kadin Dakar, Washim Obalah, CEO Poultrade (distributor Indomie di Senegal), Gaelle Rispal, CEO Libellule (toko dan showroom khusus menjual produk kayu dan handicraft Indonesia).

Bahkan, Gora Seck, CEO Senhuile (perusahaan yang bergerak di bidang industri pertanian dan pertambangan), akan melakukan perjalanan ke Indonesia dalam waktu dekat untuk menjajaki kerja sama dengan pengusaha Indonesia, khususnya di bidang mesin/peralatan perontok/pengupas padi menjadi beras dan mesin untuk pengupas kacang tanah.

Perusahaan Poultrade berminat mengembangkan bisnisnya dengan Indonesia untuk produk bahan baku sabun dan berencana untuk mengimpor soap noodles tersebut sebanyak 300-500 ton per bulan dari Indonesia.

Dubes Mansyur Pangeran menambahkan kebijakan bebas visa kunjungan kepada warga negara Senegal disambut secara antusias oleh para pengusaha Senegal dan besar kemungkinannya partisipasi pada TEI ke-31 mendatang bertambah banyak.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP