Semen Indonesia keluhkan sulitnya akses distribusi di Papua
Merdeka.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mengeluhkan sulitnya akses distribusi di Papua. Hal ini membuat biaya logistik tinggi yang mana berimbas pada mahalnya harga barang komoditas.
Harga semen di Provinsi Papua tidak sama antar kabupaten. Misal harga semen untuk ukuran 40 kilogram (kg) atau per sak sebesar Rp 85.000 di sekitar Sorong, Papua Barat. Sedangkan, harga semen di kabupaten pegunungan bisa mencapai Rp 1 juta per sak.
"Untuk membawa semen sampai ke daerah pegunungan biasanya memakai helikopter hingga pesawat kecil sehingga harga semen jutaan. Di Sorong harganya standar Rp 85.000," ujar Manager Sub Logistik Packing Plat Sorong SMGR, Choiru Zaki kepada wartawan, Sorong, Jumat (5/9).
Menurut dia, setiap hari, pabrik pengemasan Semen Indonesia Sorong mampu menghasilkan 400 ton dalam bentuk kemasan untuk merek Semen Gresik dan Semen Tonasa.
"Bisa 12.000 ton per bulan. Itu jual untuk pasar Sorong Raya. Dominan Sorong kota. Ada sebagian pernah dikirim ke Nabire. Kemarin kita kirim 44.000 sak," jelas dia.
Semen yang dikirim ke pabrik pengemasan di Sorong, lanjutnya, berasal dari Tuban, Jawa Timur dan Makassar, Sulawesi Selatan.
"Semen dibawa dalam bentuk curah oleh kapal dari Makassar dan Tuban. Makassar untuk Semen Tonasa dan Tuban untuk Semen Gresik. Sekali datang bisa bawa 7.000 ton per kapal," ungkapnya.
Unit pengemasan di Sorong, Papua Barat, menurutnya, bertujuan untuk memperkuat eksistensi dan ekspansi bisnis perseroan di Papua.
Sebagai informasi, hingga saat ini Semen Indonesia telah mengoperasikan 19 packing plant, tersebar dari Aceh, Belawan, Padang, Dumai, Batam, Ciwandan, Tanjung Priok, Tuban, Gresik, Banyuwangi, Banjarmasin, Samarinda, Celukan Bawang, Tonasa, Makassar, Palu, Bitung, Ambon dan Sorong. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya