Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Selama musim mudik, Jawa Tengah pengonsumsi BBM terbesar

Selama musim mudik, Jawa Tengah pengonsumsi BBM terbesar antrean SPBU di Kelapa Gading. ©2014 Merdeka.com/Dharmawan Sutanto

Merdeka.com - Pertamina mencatat Jawa Tengah pengonsumsi bensin, baik itu jenis Premium, Pertalite, maupun Pertamax, paling tinggi dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Sepanjang musim mudik, rata-rata penggunaan bensin harian di Jawa Tengah mengalami kenaikan sebesar 18 persen dibanding waktu normal.

"Paling tinggi Jawa Tengah," ungkap Manager Retail PSO Pertamina, Boy J. Lapian, dalam Konferensi Pers Posko Lebaran Nasional Kementerian ESDM, di BPH Migas, Jakarta Selatan, Senin (10/7).

Dia mengatakan puncak realisasi bensin untuk seluruh Indonesia terjadi pada saat H-1 Lebaran. "Puncak realisasi bensin terjadi pada H-1 Lebaran dengan total premium mencapai 1.021.674 KL, Pertalite 1.262.239 KL, Pertamax 516.285 KL," katanya.

Sebaliknya, BBM jenis Solar justru mengalami penurunan pada saat Lebaran. Boy menilai hal itu dikarenakan banyaknya truk, pengguna BBM jenis Solar, yang tidak beroperasi pada masa Lebaran.

Boy menambahkan salah satu fenomena yang muncul pada masa Lebaran 2017 adalah adanya penurunan jumlah pengguna BBM jenis Premium. Sementara, pengguna Pertalite dan Pertamax meningkat.

"Penggunaan rata-rata harian Premium Lebaran tahun lalu 65.272 KL sedangkan pada Lebaran tahun ini kebutuhan bensin turun sebesar 46 persen menjadi 35.230 KL," ungkapnya.

Ini berbeda dengan rata-rata harian penggunaan Pertalite. Pada Lebaran 2016, rata-rata penggunaan harian Pertalite 20.800 KL. Sedangkan, pada 2017 kebutuhan akan pertalite 43.000 KL atau naik sebesar 108 persen.

Sedangkan untuk Pertamax, rata-rata penggunaan harian pada Lebaran 2016 sebanyak 13.700 KL dan pada Lebaran 2017 naik 28 persen menjadi 17.590 KL.

Dia menjelaskan pihaknya menilai adanya pergeseran minat masyarakat dalam memilih bahan bakar kendaraannya.

"Ada pergeseran dalam pemilihan bahan bakar, pemakaian RON 90 lebih nyaman, dibanding premium yang RONnya 88," jelas Boy.

Meskipun begitu, dia mengaku, Pertamina belum akan membuat kebijakan untuk mengurangi pasokan salah satu jenis bahan bakar. Mengingat setiap wilayah memiliki karakternya masing-masing dalam penggunaan BBM.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP