Selama kampanye dan jelang Pemilu, uang beredar capai Rp 6 T
Merdeka.com - Hingga Maret 2014, Bank Indonesia (BI) mencatat kenaikan uang beredar mencapai Rp 448 triliun. Jumlah ini naik tipis dibandingkan Februari 2014 yang sebesar Rp 442 triliun.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, mengatakan kenaikan ini lantaran menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
"Pemilu punya kontribusi 0,01 persen, maka uang kartal hanya naik tipis dari Februari 2014. Ya relatif stabil. Hanya naik sekitar Rp 6 triliun untuk Pemilu ini atau 0,15 persen," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Selasa (8/4).
Tirta mengakui, jumlah uang beredar menjelang pemilu tahun ini lebih sedikit dibanding Pemilu di tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 0,3-0,4 persen. "Dampak Pemilu sekarang kontribusinya tidak semeriah yang dulu," jelas dia.
Dia menyebutkan, uang yang beredar selama masa kampanye dan Pemilu didominasi pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000. Sementara peredaran uang kuasi seperti simpanan berjangka, tabungan, dan giro valas cenderung stabil bahkan menurun.
"Uang kuasi relatif stabil, deposit yang disimpan sedikit menurun, jumlahnya sekitar Rp 2.000 triliun. Ini juga sering menurunnya pertumbuhan ekonomi, demand menurun," ungkapnya.
Berbeda halnya saat hari raya lebaran, jumlah uang beredar tergolong lebih banyak. Saat lebaran jumlah uang beredar bisa mencapai Rp 500 triliun.
"Banyaknya uang yang beredar menjelang Pemilu tidak sebanyak peredaran uang di hari raya lebaran, sampai Rp 500 triliun," ungkapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya