Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Selama 2014 Indonesia datangkan 2 juta ton garam impor

Selama 2014 Indonesia datangkan 2 juta ton garam impor Ilustrasi garam. Shutterstock/Sunny Forest

Merdeka.com - Ketergantungan Indonesia akan garam impor menjadi bukti belum maksimalnya upaya memanfaatkan potensi sumber daya di sektor kelautan. Padahal, Indonesia memiliki garis pantai terpanjang keempat di dunia.

Kebutuhan garam dalam negeri cukup besar dan selama ini mengandalkan dari pendekatan impor untuk memenuhinya. Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) KKP, Sudirman Saad menambahkan, selama 2014, Indonesia melakukan impor garam lebih dari 2 juta ton.

Dari jumlah itu, sekitar 75 persen atau 1,5 juta ton dipakai untuk kebutuhan industri kertas, kaca dan industri kimia.

"Sebanyak 450.000 ton garam impor untuk industri aneka pangan dan 50.000 ton untuk farmasi," ujar Saad di kantornya, Rabu (7/1).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berambisi mewujudkan target swasembada garam tahun ini. Direktur Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pengembangan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Riyanto Basuki membeberkan, untuk impor garam, pemerintah harus mengeluarkan dana Rp 2-3 triliun.

"Tapi kan tidak bisa begitu, ada 30.000-50.000 pekerja yang menggantungkan hidupnya di garam ini," kata Riyanto. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP