Selain sapi, Indonesia juga rajin impor teh
Merdeka.com - Indonesia saat ini sudah terkenal bergantung pada impor sapi. Namun ternyata, tidak hanya sapi, Indonesia juga rajin mengimpor teh.
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi mengatakan impor teh Indonesia terus meningkat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir dari 2008 sampai 2012. Tidak tanggung-tanggung, kenaikan impor teh mencapai 32,6 persen.
"Sedangkan impor teh kita dari Januari-Oktober sudah mencapai USD 25,80 juta," ucap Bachrul di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (15/1).
Menurut Bachrul, tingginya impor teh disebabkan rendahnya kualitas teh Indonesia. Kondisi ini dimanfaatkan importir untuk mengimpor teh kualitas tinggi dari negara lain.
Tingginya impor juga membuat teh petani Indonesia kalah saing. Banyak petani yang tidak untung dan akhirnya tidak mau lagi menanam teh.
"Ini dimanfaatkan peluang importir dan harga teh dalam negeri tertekan. Petani tidak bergairah dan menggantikan tanamannya dengan hortikultura," jelasnya.
Selain itu, biaya produksi teh lokal juga dinilai masih sangat mahal sehingga tidak bisa bersaing dengan teh impor. "Tenaga kerja, pupuk dan obat itu membuat harga teh petani naik. Teh tidak menguntungkan petani," tutupnya. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya