Selain Karawang, Kemenhub wacana bikin bandara di timur Jakarta

Kebutuhan investasinya ditaksir mencapai Rp 10 triliun.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Selain Karawang, Kemenhub wacana bikin bandara di timur Jakarta
Bandara Halim Perdanakusuma. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Pemerintah dan otoritas bandara telah mengubah status Bandara Halim Perdanakusuma sebagai bandara komersial yang menampung beberapa rute penerbangan berjadwal dari bandara Soekarno-Hatta yang sudah terlalu sibuk. Langkah ini tidak akan lama atau hanya bersifat sementara karena Bandara Halim Perdanakusuma nantinya akan kembali pada fungsinya sebagai bandara VVIP dan pertahanan negara.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, saat ini pemerintah punya beberapa pilihan untuk mengurangi kepadatan di Bandara Soekarno-Hatta. Salah satunya wacana pembangunan Bandara Karawang yang sampai saat ini tak kunjung terealisasi.

Pembangunan Bandara Karawang disebut-sebut membutuhkan waktu yang cukup lama. Padahal kebutuhan bandara sangat mendesak.

Wacana pembangunan Bandara Karawang saja belum terealisasi, pemerintah sudah mengeluarkan wacana baru. Bambang menuturkan, saat ini pihaknya sedang mengkaji membuat bandara sekelas Halim Perdanakusuma. Lokasinya di Timur Jakarta.

"Bandara Karawang sama dengan Cengkareng yang punya kapasitas 70 juta penumpang, kita sudah cukup untuk memfasilitasi para penumpang angkutan udara. Sebelum 10 tahun harus ada bandara baru. Kalau 10 tahun itu telat, Insya Allah dalam 5-6 tahun ke depan kita harus punya bandara yang kelasnya sama dengan ini (Halim) yang letaknya di kawasan timur Jakarta. Jadi yang rumahnya di bagian timur bisa ke timur, yang di barat bisa ke barat," ucap Bambang di Halim, Jakarta, Jumat (10/1).

Untuk membangun bandara di timur Jakarta, kebutuhan investasinya ditaksir mencapai Rp 10 triliun. Pendanaan ini bisa dipenuhi secara bertahap.

"Dari awal memang public private partnership. Ini akan melalui proses tender yang terbuka dan transparan jadi siapa yang akan mengelola terbaik untuk masyarakat," tutupnya.

Untuk bandara di Karawang, diakuinya menemui kendala dalam hal rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) mengingat kawasan itu merupakan lumbung pertanian nasional. Rencana tata ruang harus jelas dan tidak mengganggu persawahan dan irigasi.

"Dari studi itu ada calon lokasi, harus eco airport yang tidak mengganggu lingkungan. Opsinya antara lain akses menuju bandara itu berada di atas saluran irigasi, sehingga tidak mengganggu areal pertanian," jelasnya.

Rekomendasi