Selain AS, efek negatif China tingkatkan kewaspadaan pemerintah
Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi di 2017 secara umum akan lebih baik dari 2016, juga stabilitas sistem keuangan di Indonesia tetap terkendali. Meski begitu, masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah untuk menjaga stabilitas perekonomian.
Dari sisi eksternal, Indonesia masih harus menghadapi pemulihan ekonomi global yang masih belum solid atau stabil. Selain itu, kebijakan pemerintah baru di Amerika Serikat (AS) juga memengaruhi pasar keuangan global, sehingga harus menjadi perhatian pemerintah.
"Resiko yang harus dihadapi adalah dinamika dari pasar keuangan global yang dipengaruhi ketidakpastian dari arah kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah AS, dan rencana kenaikan Fed Fund Rate yang berpotensi untuk menimbulkan tekanan terhadap arus modal dan nilai tukar," kata Menteri Sri Mulyani di Kantornya, Jakarta, Jumat (3/1).
Selain Amerika, lanjutnya, kondisi ekonomi di China juga memberikan tantangan tersendiri bagi pemerintah. Menurutnya, proses penyeimbang ekonomi di China, atau yang lebih dikenal dengan rebalancing, juga bisa menimbulkan tambahan tekanan dan resiko.
Sementara itu, dari sisi internal, kenaikan inflasi yang berasal dari administered prices (harga yang diatur pemerintah) dan dari sisi fiskal mengenai peningkatan penerimaan negara terutama pajak dan upaya pemerintah mengendalikan defisit APBN, juga menjadi tantangan bagi sistem keuangan dalam negeri.
"Di sisi lain, kami memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan akan lebih baik dibanding tahun lalu, seiring dengan perbaikan proyeksi dan pertumbuhan ekonomi," imbuhnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya