Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sektor Pariwisata Diperkirakan akan Bangkit Bertahap di 2021

Sektor Pariwisata Diperkirakan akan Bangkit Bertahap di 2021 Labuan Bajo. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Riset Center of Reform on Economy (CORE), Piter Abdullah memproyeksikan sektor pariwisata akan pulih secara bertahap pada tahun depan. Diketahui, sektor ini memang menjadi paling terdampak akibat pandemi Covid-19.

"Saya memperkirakan pariwisata secara bertahap akan bangkit di tahun 2021," kata Piter saat dihubungi merdeka.com, Jumat (18/11).

Dia menyebut, memang pada triwulan pertama 2021 sektor pariwisata masih akan tumbuh negatif karena pandemi masih menjalar di Tanah Air. Namun harapan akan adanya vaksin dan proses vaksinasi memberi harapan baru di triwulan selanjutnya.

"Triwulan II saya kira akan mulai tumbuh positif dan terus berlanjut pada triwulan III an triwulan IV," kata dia.

Piter menambahkan, kebangkitan pariwisata juga didorong dan didukung oleh kejenuhan masyarakat yang selama setahun terbelenggu oleh pandemi. Ketika pandemi berakhir, dia yakin kelompok masyarakat menengah atas akan keluar membanjiri daerah-daerah wisata.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara memastikan pemerintah sudah mempersiapkan anggaran khusus untuk pengembangan sektor pariwisata. Pada 2020 saja, APBN dalam rangka pemulihan ekonomi nasional juga menyediakan program stimulus pariwisata yang diharapkan dapat mendukung kegiatan pariwisata.

Dia meyakini sektor pariwisata dapat bangkit dan pulih dengan dukungan dari banyak peran. Dukungan pemerintah pusat sendiri dibuktikan melalui belanja kementerian/lembaga, belanja BUMN, belanja swasta, dan belanja pemerintah daerah.

Belum lagi, pemerintah juga menyiapkan anggaran sebesar Rp15,1 triliun di tahun 2021. Dengan anggaran yang tersebar di kementerian/lembaga, non kementerian/lembaga, dan transfer ke daerah. Dia berharap sinergi antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk memajukan pariwisata semakin meningkat.

"Sinergi akan menjadi lompatan arah kebijakan yang baik untuk pariwisata," kata dia saat menjadi narasumber pada Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, ditulis Jumat (27/11).

Seperti diketahui, sektor pariwisata merupakan sektor yang sangat terdampak akibat pembatasan sosial guna mengurangi penyebaran Covid-19. Berbagai macam sektor mulai dari transportasi, industri tekstil, industri alat angkut, industri kerajinan, perdagangan, hotel, dan restoran tidak berjalan.

Melihat kondisi itu, pemerintah hadir untuk dengan memberikan stimulus melalui APBN. APBN segera merespons dan melakukan kebijakan yang sifatnya luar biasa. "Pengeluaran negara di tengah penerimaan mengalami kontraksi karena kegiatan ekonomi menurun," ungkapnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP