Sektor pariwisata dapat menyelamatkan Rupiah dari keterpurukan
Merdeka.com - Indonesia sebagai negara dianugerahi alam yang sangat indah. Hal ini ternyata memberi stimulus atau dampak baik pada ekonomi serta nilai tukar Rupiah.
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira mengatakan, sektor pariwisata dapat menyelamatkan Rupiah dengan adanya aturan bebas visa.
"Pariwisata bisa selamatkan Rupiah dengan adanya bebas visa akan tambah devisa. Untuk itu sub-sektor dari maritim salah satunya dapat mengembangkan pariwisata," ujarnya dalam kegiatan bincang santai di Harris Hotel, Batam (11/8).
Selain itu, adanya aturan tax amnesty atau pengampunan pajak juga dapat dimanfaatkan untuk sektor pariwisata. Dana yang masuk ke Tanah Air harus dimanfaatkan untuk memajukan sektor pariwisata.
"Momentum adanya Tax amnesty cukup signifikan. Ini terlihat dari IHSG yang menyentuh 5.400. Momentum ini penting untuk pertumbuhan kita. Tapi jangan hanya masuk ke dalan sektor keuangan, ini juga bisa masuk ke sektor pariwisata,"ujarnya.
Ekonom PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BII), Myrdal Gunarto mengatakan, sektor pariwisata sebenarnya bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia tembus 7 persen
"Ekonomi Indonesia bisa tembus 7 persen dengan adanya pariwisata. Target 7 persen tahun depan itu realistis kalau semua pariwisata sudah maju semua wisatawan akan datang," katanya.
Meski demikian, pemerintah Jokowi-JK disarankan untuk segera membangun infrastruktur yang sudah tertinggal. Membaiknya infrastruktur juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan.
"Hawai maju karena infrastruktur bagus, jadi infrastruktur harus dibenahi. Wisatawan datang enggak cuma ke Bali tapi bisa Ke Batam, Padang atau tempat yang lain," ujarnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya