Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Seharusnya Rp11.000, ini Alasan Pertamina Harga Pertalite Masih Rp7.650 per Liter

Seharusnya Rp11.000, ini Alasan Pertamina Harga Pertalite Masih Rp7.650 per Liter SPBU Pamulang. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Harga minyak mentah dunia terus mengalami peningkatan sehingga memberikan beban bagi biaya produksi. Namun, PT Pertamina (Persero) mengaku belum akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di saat pesaingnya telah melakukannya lebih dulu.

Sebagai informasi, saat ini harga jual BBM jenis Pertalite dijual Rp 7.650 per liter. Padahal, harga keekonomian BBM dengan RON 90 saat ini mencapai Rp 11.000. Begitu juga dengan harga jual BBM jenis Premium dijual seharga Rp 6.450 per liter meski nilai keekonomiannya Rp 9.000 per liter.

"Sampai saat ini Pertamina tidak menaikkan harga BBM," kata Corsec Subholding Commercial and Trading Pertamina, Irto Ginting kepada merdeka.com, Jakarta, Sabtu (6/11).

Irto menjelaskan, keputusan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat. Sebab, selama pandemi Covid-19, daya beli masyarakat menurun seiring dengan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat.

"Pertamina memahami concern Pemerintah terhadap penurunan daya beli masyarakat pasca pandemi Covid-19," kata Irto.

Keuntungan Pertamina Tertekan

tertekan rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Hanya saja, harus diakui Irto, tingginya harga minyak mentah global memberikan tekanan yang signifikan terhadap produksi BBM. Pun dengan keuntungan perusahaan menjadi tertekan.

"Tingginya harga minyak memberikan tekanan signifikan atas beban pokok produksi dan juga menekan profitabilitas Pertamina," ungkapnya.

Maka dari itu, saat ini perseroan dan pemerintah tengah melakukan pembahasan. Kedua belah pihak tengah merumuskan langkah yang akan diambil untuk mencari solusi.

"Saat ini Pertamina dengan pemerintah sedang melakukan pembahasan untuk mencari solusi terbaik," kata dia.

Namun saat disinggung terkait adanya peluang kenaikan harga BBM, Irto enggan memberikan penjelasan lebih lanjut. "Masih kita review," katanya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP