Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sebanyak 15.000 Usaha Pariwisata Kantongi Sertifikasi CHSE dari Kemenparekraf

Sebanyak 15.000 Usaha Pariwisata Kantongi Sertifikasi CHSE dari Kemenparekraf Turis berjemur di Kuta. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah memberikan sertifikasi Clean, Health, Safety, dan Environment (CHSE) atau Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan kepada 15 ribu usaha sektor pariwisata. Program sertifikasi ini dilakukan sebagai upaya meyakinkan masyarakat untuk bisa berwisata atau melakukan aktivitas rekreasi dengan aman.

"Kita sudah sertifikasi CHSE kepada 15 ribu usaha," kata Staf ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Manajemen Krisis, Hengky Hotma Parlindungan Manurung, dalam talk show virtual BNPB Indonesia bertajuk: Strategi Kebangkitan Pariwisata di Tengah Pandemi, Jakarta, Jumat (29/1).

Selain itu, pemerintah juga telah memberikan bantuan sebesar Rp3,3 triliun kepada sektor pariwisata di 101 kabupaten/kota untuk membuat fasilitas penunjang penerapan protokol kesehatan. Bantuan tahun lalu ini diberikan kepada para pelaku usaha pariwisata, khususnya hotel dan restoran yang paling terdampak.

"Rp3,3 triliun untuk membantu pelaku usaha pariwisata khususnya hotel dan restoran. Pemda kita juga bantu untuk menjalankan dan menerapkan protokol kesehatan sebagai daya tarik pariwisata," kata dia.

Hengky mengatakan selama pandemi berlangsung ini banyak destinasi wisata yang melakukan perbaikan demi menarik perhatian pengunjung. Pelaku usaha banyak yang menyediakan sarana protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan dan penyediaan masker.

Salah satu destinasi wisata yang telah melakukan adaptasi yakni Candi Prambanan. Pemesanan tiket sudah dilakukan secara online dan menjalankan protokol kesehatan. Hal yang sama juga diikuti sarana pendukung pariwisata seperti hotel dan restoran di sekitar lokasi wisata.

"Ini sangat luar biasa dan di semua hotel dan restoran ini juga semua pakai masker dan penggunaan hand sanitizer sudah cukup baik," kata dia.

Kesiapan Wisata

Sehingga kata Hengky dari sisi kesiapan destinasi wisata, sudah melakukan penyesuaian. Namun, hasilnya masih belum terlihat karena situasi dan kondisi sektor kesehatan masih belum menunjukkan perbaikan.

Meski begitu dia meyakini, seiring dengan penanganan di sektor kesehatan yang membaik, maka proses pemulihan sektor wisata akan kembali berjalan. Sebab saat ini masyarakat lebih memilih melakukan wisata di tempat (staycation), melakukan perjalanan wisata di dalam kota antar provinsi.

"Prediksi kami di 2022 ini bisa kembali ke normal. Tapi kalau sekarang masih staycation, wisata dalam kota biasa, atau antar provinsi. Tentunya ini juga harus pakai protokol kesehatan," kata dia mengakhiri.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP