Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sebanyak 14.991 Pelanggan Datangi Kantor PLN Mengadu soal Lonjakan Tarif Listrik

Sebanyak 14.991 Pelanggan Datangi Kantor PLN Mengadu soal Lonjakan Tarif Listrik meteran listrik. ©2017 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Sebanyak 14.991 pelanggan di Jawa Timur atau Jatim mendatangi sejumlah kantor PLN di wilayah setempat untuk mengadu terkait lonjakan listrik yang diakibatkan pandemi Covid-19, jumlah itu dari total sebanyak 27.742 pengaduan yang diterima PLN dari tanggal 1-22 Juni 2020

Senior Manager General Affairs PLN UID Jatim, A Rasyid Naja mengatakan, upaya tanggap PLN UID Jatim melayani pengaduan pelanggan terkait kenaikan tagihan listrik dilakukan dengan dua cara, pertama melalui WhatsApp Hotline Center, Contact Center 123, callback pelanggan, dan kedua penyiagaan petugas untuk menyambut pelanggan datang ke kantor secara langsung.

"Rata-rata, cara pelanggan mengadu terkait kenaikan tagihan listriknya terbanyak dengan datang ke kantor PLN, yakni sebesar 14.991 pengaduan, dari total 27.742 pengaduan yang kami terima," kata Rasyid dikutip dari Antara, Selasa (23/6).

Sedangkan jumlah penyelesaian komplain yang telah dikerjakan PLN UID Jatim sebanyak 27.738 pengaduan atau 99,99 persen.

Sementara untuk total komplain terbanyak pertama ada di PLN UP3 Surabaya Utara sebesar 9.558 pelanggan, kedua di PLN UP3 Surabaya Selatan sebesar 2.178 pelanggan dan ketiga di PLN UP3 Madiun sebanyak 1.997 pelanggan.

"Untuk total komplain terkecil di PLN UP3 Ponorogo sebanyak 321 pelanggan. Kami akan terus menggiatkan edukasi kepada masyarakat bahwa kenaikan tagihan listrik disebabkan meningkatnya pemakaian akibat berubahnya pola pemakaian saat implementasi WFH dan Ramadhan," tuturnya.

Penyebab Naiknya Tarif Listik

tarif listikRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Rasyid menjelaskan, naiknya tagihan listrik karena selisih antara pemakaian nyata dibanding pemakaian hasil perhitungan rata-rata 3 bulan pada Maret dan April 2020 yang belum tertagih pada April dan Mei 2020, sehingga selisih tersebut terakumulusi ke dalam tagihan Juni 2020.

PLN UID Jawa Timur, kata dia, telah melakukan antisipasi terkait banyaknya pelanggan yang mengeluhkan kenaikan rekening sebelumnya, yakni dengan menyiagakan personel PLN di 130 posko pengaduan di seluruh UP3 maupun ULP, serta 114 nomor layanan Whatsapp Hotline yang siap menampung dan menindaklanjuti keluhan pelanggan.

"Keberadaan posko pengaduan dan layanan whatsapp hotline ini terbukti telah mampu memberikan pelayanan langsung kepada pelanggan yang membutuhkan," katanya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP