SBY: Rupiah anjlok, beri kesempatan dan bantu Pak Jokowi
Merdeka.com - Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut angkat bicara soal anjloknya nilai tukar Rupiah yang sempat hampir menembus Rp 13.000 per USD. SBY meminta masyarakat memberi kesempatan kepada Presiden Jokowi dan pemerintahan Kabinet Kerja untuk menyelesaikan persoalan ini.
"Beri Pak Jokowi kesempatan & berikan pula dukungan utk atasi masalah ini," tulis SBY melalui akun twitter pribadinya, @SBYudhoyono.
Pengalaman pemerintahannya berhasil melewati badai krisis 2008 membuat SBY merasa perlu berbagi ilmu kepada pemerintahan Jokowi-JK. "Skrg, sy ingin berbagi ilmu & pengalaman. Berikut bagaimana sy & para pembantu sy atasi krisis. Sebagian mengenalnya sbg SBYnomics," katanya.
SBY mengaku telah menyampaikan bahwa tantangan yang akan dihadapi perekonomian nasional tidak ringan. Semua emerging economies, termasuk Indonesia, menghadapi tantangan berat berupa perlambatan ekonomi, anjloknya nilai tukar, jatuhnya harga komoditas di pasaran global.
SBY melihat wajar jika dolar semakin kuat akhir-akhir ini. "Saya sampaikan era dolar murah sudah usai. Saya perkirakan nilai tukar rupiah kita th 2014 tembus Rp 12.000 per 1 dolar AS," lanjutnya.
Nilai tukar rupiah dan kondisi perekonomian nasional bergantung faktor supply-demand, kebijakan moneter bank sentral AS, spekulasi pasar, perlambatan ekonomi China dan kondisi ekonomi Eropa yang stagnan. Belum lagi faktor kondisi perekonomian dalam negeri yang belum stabil.
"Itulah sebabnya selaku Presiden saya tetapkan pertumbuhan yg realistik - sekitar 5-6 %. Saya tahu situasi global, kawasan & nasional. Saya tidak memberikan angin surga - ekonomi kita akan tumbuh tinggi hingga 7 %. Semua negara menurunkan angka pertumbuhannya," SBY membela diri.
Dari pengalamannya, SBY menyarankan untuk tetap menjaga tingkat konsumsi sekaligus menggenjot investasi.
"Karenanya, sumber pertumbuhan yg sungguh kita jaga adalah konsumsi rumah tangga & pembelanjaan pemerintah. Hasilnya lumayan," tulisnya.
Berangkat dari pengalamannya memimpin Indonesia sepuluh tahun, SBY melihat sudah waktunya pemerintahan Jokowi-JK memberi penjelasan kepada publik soal perkembangan perekonomian nasional.
"Rakyat & pasar (dalam & luar negeri) sungguh menunggu penjelasan, kebijakan & langkah-langkah cepat & tepat pemerintah," tambahnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya