Saran pengusaha Indonesia agar negosiasi kontrak Freeport temukan titik terang
Merdeka.com - Ketua Bidang Mineral dan Batubara Apindo, Muliawan Margadana ikut angkat bicara terkait polemik perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia di Papua. Menurutnya, negosiasi pemerintah Indonesia dengan Freeport akan menemukan titik terang bila pemerintah dapat menjamin kepastian usaha perusahaan asal Negeri Paman Sam tersebut.
"Saya kira kedua belah pihak harus dilihat kepentingannya dan diakomodir sebaik mungkin. Karena pemerintah tentu punya posisi yang jelas terhadap Freeport sedangkan Freeport sebagai swasta juga sudah menanamkan nilai investasinya cukup tinggi. Sehingga kepastian perusahaan diperlukan," ungkapnya di Kantor Apindo, Jakarta Selatan, Rabu (28/8).
"Saya kira sepanjang kepastian perusahaan itu dijamin oleh pemerintah maka Freeport pasti bersedia (memenuhi poin-poin kesepakatan) ya," kata dia.
Dalam pandangan Muliaman, kepastian usaha dibutuhkan oleh semua pengusaha yang bergerak di sektor pertambangan. Sebab, investasi perusahaan tambang yang dilakukan untuk jangka waktu lama. "Seluruh perusahaan tambang mengharapkan itu, ini long term Investment. Jadi, kita kalau investasi cukup besar sementara return pengembaliannya cukup lama," ujarnya.
Salah satu cara pemerintah mengakomodasi menjaga stabilitas adalah dengan menjaga jangan sampai terlalu sering mengubah peraturan di sektor pertambangan, sebab dapat mengganggu rencana kerja dan target perusahaan.
"Sehingga kalau sudah jelas jangan sampai ada perubahan kebijakan fiskal di tengah-tengah yang itu bisa menjungkir-balikkan seluruh perhitungan dari awal. Masalahnya hanya itu," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya