Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saran IMF untuk Amerika Serikat Agar Negara Lain Tidak Ikut Bangkrut

Saran IMF untuk Amerika Serikat Agar Negara Lain Tidak Ikut Bangkrut IMF. REUTERS

Merdeka.com - Direktur Pelaksana, Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva meminta pemerintah Amerika Serikat (AS) dan bank sentralnya segera mengatasi kenaikan inflasi. Sebab, kebijakan yang dibuat The Fed telah menyeret negara-negara lain ikut 'kena getahnya'.

"Pikirkan skenario di mana inflasi di Amerika Serikat tidak terkendali untuk jangka waktu yang lama - buruk bagi AS, tetapi juga memiliki dampak limpahan bagi seluruh dunia," Georgieva seperti dilansir dari Al-Arabiya, Selasa (18/10).

Pernyataan tersebut diungkapkan Georgieva setelah Departemen Tenaga Kerja AS merilis data indeks harga konsumen inti. Hasilnya, pada September 2022, indeks harga konsumen inti naik ke level 6,6 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

Tingginya angka tersebut membuat The Fed terus menaikkan suku bunga acuan menjadi lebih agresif lagi. Namun, IMF meminta The Fed dan pemerintah AS untuk mengambil langkah lain yang lebih fokus mengatasi inflasi.

Apalagi tingkat inflasi diprediksi terus meningkat. Kondisi ini pun dinilai berbahaya bagi negara-negara lain, khususnya negara berkembang dan masyarakat miskin.

"Kita tidak mungkin membiarkan inflasi menjadi kereta pelarian. Itu buruk untuk pertumbuhan dan buruk bagi orang-orang. Buruk terutama untuk orang miskin," ungkap Georgieva.

Sebagai informasi, dalam kondisi ini, IMF kembali memangkas prediksinya terhadap pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2023.

Terkini, IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi global tahun depan hanya akan tumbuh 2,7 persen. Angka tersebut lebih rendah dari prediksi pertumbuhan ekonomi tahun 2022 sebesar 3,2 persen.

IMF dan Bank Dunia Susun Skema Pemangkasan Utang Negara Berpenghasilan Rendah

Kenaikan suku bunga acuan The Fed telah membuat utang sejumlah negara naik. Tingginya utang mereka ini menjadi ancaman baru karena mengancam keberlanjutan.

Mengatasi hal tersebut, IMF, Bank Dunia dan para pemangku kebijakan akan duduk bersama untuk merancang jalan keluarnya dalam sebuah pertemuan di Washington DC, AS.

Presiden Bank Dunia, David Malpass mengatakan pertemuan itu akan membahas bantuan yang diberikan kepada negara-negara berpenghasilan rendah untuk mengurus utangnya.

"Minggu ini (kami) berbicara tentang menemukan cara untuk mengurangi beban utang tersebut," kata David dikutip dari sumber yang sama.

Langkah ini akan menjadi jalan bagi negara-negara berpenghasilan rendah mendapatkan keringanan utang. Sehingga bisa segera keluar dari jeratan utang dan memiliki harapan yang lebih baik dengan kondisi ekonomi yang masih suram di masa depan.

"Sehingga Anda dapat memiliki cahaya diujung terowongan. Keluar dari utang (dan) ini sedang dibahas," kata David.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP