Saran Bank Dunia untuk Indonesia hadapi ancaman perang dagang AS-China
Merdeka.com - Ekonom Senior Bank Dunia, Derek Chen, mengatakan salah satu langkah dalam menghadapi ancaman proteksionisme Amerika Serikat adalah dengan memperkuat kerjasama perdagangan antar negara regional Asia. Kerjasama perdagangan antar kawasan akan lebih menguntungkan dibanding hanya pada satu negara.
"Indonesia dapat lakukan banyak hal untuk menolong dirinya sendiri. Integrasi perdagangan dengan negara-negara Asia lain," ungkapnya ketika ditemui, di Kantor Bank Dunia, Jakarta, Kamis (12/4).
"Itu juga yang mestinya dilakukan oleh negara-negara Asia Timur lakukan, harus lakukan lebih banyak kerjasama perdagangan, di regional," lanjut Chen.
Kerjasama perdagangan yang baik serta kuat antara negara-negara lain, misalnya di kawasan Asia, menurut dia akan lebih menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Jika negara-negara Asia Timur punya perjanjian perdagangan yang bagus, fasilitasi. Dapat menjadi lebih baik dari pada melakukan kerja sama dengan AS," jelas dia.
Kepala Ekonom Bank Dunia, Sudhir Shetty, mengatakan dampak perang dagang akan lebih berdampak pada China dan AS. "China ekonominya akan slow. Perang dagang, tidak terlalu berpengaruh (pada negara selain China dan AS). Bagaimanapun, pengaruhnya akan besar ke US dan china," kata dia.
Meskipun demikian, dampak yang akan terasa pada dunia adalah perlambatan ekonomi global. "Tapi kalau ada kayak begini (perang dagang) akan ada perlambatan perdagangan global," imbuhnya.
"Prospek (ekonomi) global yang baik ini bergantung sekali dengan perdagangan global dan kalau ada perang dagang ini akan sangat bermasalah. Akan slow down, tapi kembali lagi ini (perang dagang) kan belum yah," jelas dia.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya