Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sang pembocor beras ilegal gerah ada importir diistimewakan

Sang pembocor beras ilegal gerah ada importir diistimewakan Wakil Menteri Perdagangan debat di Pasar Cipinang. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah tidak akan lupa dengan sosok pedagang bernama Billy Haryanto. Dialah sang pembocor adanya beras ilegal dari Vietnam pekan lalu. Dia buka-bukaan soal alasannya mengungkap importasi ilegal beras asal Vietnam.

Selain risih melihat praktik menyimpang itu terjadi saban tahun, dia memberanikan diri melapor karena Kementerian Perdagangan mengistimewakan segelintir importir.

"Enggak sampai 10 importir, bentuk usahanya grup. Mereka yang bermain itu semuanya punya hak mendatangkan beras khusus. Tapi di tengah jalan, yang datang ternyata beras medium," ungkapnya kepada merdeka.com, di Jakarta, Selasa (28/1).

Billy menyatakan, pengistimewaan itu jadi kasak-kusuk pedagang beras sejak lama. Dia bercerita, pengusaha biasa yang tak punya koneksi ke Kemendag sangat sulit berbisnis mendatangkan beras impor. Dari penelusurannya, yang banyak bermain adalah pejabat di Ditjen Perdagangan Luar Negeri.

Sebaliknya, ketika lewat perusahaan yang sudah biasa dapat jatah impor, perizinan segala macam jadi lebih mudah. "Contoh teman saya, kalau lewat dia bisa kita ikut datangkan beras dari luar".

Pria asli Jakarta yang sudah puluhan tahun menggeluti bisnis beras ini membantah jika aksinya membocorkan penyelundupan karena sakit hati tak dapat jatah impor. Sebagian pedagang di Cipinang bercerita kepada merdeka.com bahwa mencuatnya kasus ini karena ada importir tak dapat jatah.

"Enggak, saya tak ada niatan lapor karena enggak dapat jatah. Justru saya kasihan karena petani yang dirugikan kalau beras itu terus masuk, siapa mau beli beras lokal nanti," kilah Billy.

Lepas dari motif di balik pembocoran praktik menyimpang ini, laporan Billy terbukti bukan isapan jempol. Bea Cukai mengakui sepanjang 2013 ada 19.900 ton beras Vietnam mulus masuk ke Indonesia. Ada 58 importir yang bisa mendatangkan beras tersebut lantaran mengantongi Surat Perizinan Impor (SPI) resmi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa memerintahkan Kementerian Perdagangan segera menjelaskan kabar impor beras 19.900 ton dari Vietnam. Hal itu buat mencegah isu ini berkembang menjadi polemik.

Sejauh yang dia tahu, importasi beras jenis medium hanya boleh dilakukan Badan Urusan Logistik (Bulog). Sementara swasta hanya boleh mendatangkan beras jenis khusus.

"Bila ada impor dari Vietnam selain Bulog, harus diklarifikasi dan Kemendag harus menjelaskan. Saya akan minta penjelasan apa sebenarnya yang terjadi," kata Hatta kemarin.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP