Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Salip Eropa, Asia jadi pengguna terbesar pembangkit tenaga surya

Salip Eropa, Asia jadi pengguna terbesar pembangkit tenaga surya pembangkit listrik tenaga surya. ©shutterstock.com

Merdeka.com - SolarPower Europe mencatat kapasitas pembangkit listrik tenaga surya terpasang di dunia bertambah 76,6 gigawatt atau 49.6 persen tahun ini.

"Itu merupakan lompatan rekor dalam dua tahun berturut-turut," kata asosiasi tenaga surya tersebut, seperti diberitakan Nikkei Asian Review, hari ini.

Dari penambahan sebanyak itu, 45 persen diantaranya disumbang China yang berhasil meningkatkan kapasitas tenaga surya sebesar 34,5 GW. Ini membuat Asia Pasifik berhasil menyalip Eropa sebagai kawasan dengan akumulasi kapasitas tenaga solar terbanyak.

China menempati peringkat pertama lantaran berhasil meningkatkan kapasitas tenaga surya terpasang sebesar 128 persen ketimbang tahun sebelumnya.

Di susul Amerika Serikat yang kapasitas tenaga suryanya meningkat 97 persen menjadi 14,8 GW. Lalu Jepang yang sukses menambah kapasitas tenaga surya sekitar 22 persen atau sebesar 8,66 GW. Dan, India yang mampu meningkatkan kapasitas tenaga surya sebesar 125 persen.

Secara global, tahun lalu, produksi listrik yang dihasilkan oleh pembangkit tenaga surya mencapai 306,5 GW. Meningkat 46 kali lipat ketimbang satu dekade lalu.

Dari produksi listrik sebanyak itu, China berkontribusi 25,3 persen. Kemudian, Jepang 14 persen, Amerika Serikat (13,8 persen), Jerman (13,4 persen).

Tahun ini, asosiasi memerkirakan pasar tenaga surya tumbuh lima persen. Dalam empat tahun ke depan, kapasitas pembangkit tenaga surya ditargetkan mencapai 700 GW.

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP