Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saingi Indomart dan Alfamart, minimarket Jepang kudu putar otak

Saingi Indomart dan Alfamart, minimarket Jepang kudu putar otak Seven Eleven. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Operator minimarket berjaringan asal Jepang harus memutar otak agar bisa hidup di Indonesia. Sebab, jumlah gerai mereka menyusut tergerus persaingan dengan jaringan lokal.

Seperti diberitakan Nikkei, kemarin, operator convenience store Jepang kini terpaksa mengecilkan ukuran gerai agar bisa bersaing dengan kompetitor lokal.

Mereka sadar bakal kalah dari Indomaret dan Alfamart jika tetap bermain di gerai besar. Bagaimana tidak, dua jaringan minimarket lokal terbesar itu diperkirakan sudah memiliki masing-masing sepuluh ribu gerai.

Celakanya, Alfamart dan Indomart juga dinilai telah berhasil mengadopsi konsep convenience store Jepang. Yakni, toko penyedia makanan matang (in-store cooking) sekaligus tempat makan (in-store cafe).

Alhasil, Seven-Eleven, jaringan minimarket terbesar Jepang di Indonesia, menimbang membuka gerai kecil di stasiun kereta, gedung komersial, dan pusat keramaian lain.

Hal senada dilakukan Lawson. Agustus lalu, jaringan minimarket kedua terbesar, telah membuka gerai kecil di salah satu kantor di Jakarta. Saking kecilnya, gerai tersebut hanya bisa memuat satu baris rak-rak makanan.

"Midi Utama Indonesia, retailer lokal yang mengoperasikan Lawson, menimbang untuk memilih lokasi baru seperti pusat perbelanjaan dan stasiun kereta," kata seorang pegawai.

Awal masuk ke Indonesia pada 2011, Lawson berambisi membuka 10 ribu gerai dalam sepuluh tahun. Namun, Lawson mengalami penurunan profit seusai membuka gerai ke-80 pada medio 2013.

Mereka harus membatalkan ekspansi ke Bali dan memangkas jumlah gerai dari 60 menjadi 50 pada 2014. Sekarang, Lawson hanya punya sekitar 40 gerai di Indonesia.

Pun FamilyMart, ikut membuka gerai di gedung komersial untuk menggenjot laba. Di tengah penurunan profit, jaringan minimarket terbesar ketiga itu merasa kesulitan jika tetap bertahan seperti saat ini, menawarkan level produk dan kualitas jasa standar Jepang.

FamilyMart berencana memulai membuka gerai di perkantoran dan kondominium elit pada 2016. Saat ini, mereka memiliki 25 outlet mandiri atau bergabung bersama Yoshinoya, jaringan restoran Jepang.

Ministop juga mulai membuka gerai kecil untuk memangkas biaya operasi. Saat ini, hanya ada enam gerai ministop di Indonesia. (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP